(bisnissurabaya.com) – Sektor usaha kecil mulai bangkit. Hal itu ditandai dengan adanya rapat koordinasi terbatas bidang koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini dapat mendorong kebangkitan dan daya beli serta keberpihakan dan rasio wirausaha yang sudah mencapai angka 3,01 persen yang membutuhkan pembinaan, penyediaan skim pembiayaan dan pengembangan lebih lanjut. Untuk bunga kredit usaha rakyat (KUR) pada 2018 turun menjadi 7 persen.

Rapat Koordinasi Terbatas yang dibuka Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga, ini berlangsung mulai 13-15 Desember di Hotel Garden Palace Surabaya yang dihadiri seluruh pejabat eselon I Kemenkop dan UKM RI dan seluruh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi seluruh Indonesia.

Kementerian Koperasi dan Kementerian Keuangan menghadirkan produk Ultra Mikro (UMI) dengan mendorong 60 koperasi sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Saya juga menginginkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir, Kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) hadir lebih profesional dan berpihak pada KUMKM yang berkualitas dan tidak menimbulkan banyak masalah lagi,” kata AAGN Puspayoga yang pernah menjabat Wakil Gubernur Bali ini.

Sebelum pembukaan oleh Menkop, dilakukan penandatangan perjanjian kerjasama (PKS) atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pembinaan, Percepatan, Monitoring dan Evaluasi penyaluran dana bergulir antara Direktur Utama LPDB KUMKM, Braman Setyo dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Sumbar, Sumsel dan Kalsel, Jambi dan Lampung.

Pada kesempatan ini juga digelar workshop tentang revitalisasi pavilion provinsi Smesco Indonesia. Direktrur Utama Lembaga Layanan Pemasaran dan Koperasi Usaha Kecil Menengah (LLP dan KUKM), Emilia Suhaemi, menyatakan, pihaknya melakukan revitalisasi terhadap Smesco yang merupakan wadah promosi produk dari provinsi se-Indonesia yang trend penjualannya semakin merendah.

“Saya akan menyatukan Smesco yang selama ini tersebar dalam 5 lantai dalam 2 lantai saja, setiap lantai memiliki space stand yang sama ukurannya. Dan saya akan memberlakukan aturan yang ketat untuk setiap produk yang diusulkan dari provinsi harus melewati Dekranasda dan sudah diakurasi kurator. Merotasi setiap produk setiap 3 bulan sekali,’’ terang Emilia Suhaemi.

Penataan stand akan dilakukan dengan formulasi 60 prosen untuk fast moving product, 20 prosen untuk new product, dan 20 persen untuk product impor. Diharapkan setelah revitalisasi keberadaan stand akan kelihatan lebih menarik sesuai keadaan jaman sekarang.

Selain itu, untuk penentuan harga diupayakan sangat kompetitif dibanding dengan tempat lain. ‘’Kami juga akan sering mengikuti pameran di dalam dan di luar negeri untuk promosi. Disamping menyebarkan promosi lewat media cetak, pembuatan  brosur dan fliyer. (nanang)