(bisnissurabaya.com) – Cita-cita Ni Luh Gede Sugi Artini, sejak kecil menjadi pramugari. Ia terinspirasi para pramugari yang bisa jalan-jalan gratis kebanyak tempat plus mendapatkan gaji. Niat ini diutarakan ke orangtuanya, I Wayan Kardja dan Ni Nyoman Roti. Namun, orangtua tak merestui karena khawatir putrinya ini tak pulang-pulang.

“Gagal jadi pramugari, saya pun mencoba masuk ke dunia pariwisata. Kebetulan ada lowongan di Hard Rock Hotel Bali dibagian Sales & Marketing dan saya keterima. Antara ilmu kuliah di Peternakan dan pekerjaan di hotel tak nyambung tetapi saya jalani karena saya senang,” ujar Sugi. Setelah selesai S1, ia melanjutkan ke S2 Pariwisata Unud.

Sugi menuturkan sedari kecil saat itu masih duduk dibangku kelas II Sekolah Dasar/SD  ia terbiasa mencari uang sendiri. Ia sering ikut menari di hotel-hotel dan acara-acara tertentu. Selain menari, perempuan asal Kerobokan Kelod, Badung ini menekuni modeling, pecinta alam, paskibra, dan aktif kegiatan OSIS semasa SMP dan SMA. Hobi jalan-jalannya muncul karena sering bepergian dengan orangtuanya yang bekerja di maskapai Garuda Indonesia. Kini hobinya itu direalisasikan dengan membuat usaha biro perjalanan dan bisa mendatangkan uang.

Ibu dari  Putu Ruzhira Ayu Risma Puspa (mahasiswi termuda Fakultas Kedokteran Unud Angkatan 2015) dan Made Pradiptha Ayudia Risma (siswi SD Cipta Dharma Denpasar yang juga jago IT dan juara menulis aksara Bali) ini menambahkan hobinya menular ke kedua putrinya. “Anak-anak senang jalan-jalan. Bahkan, mereka ikut bantu saya kalau bawa tamu ke luar negeri.  Mereka dapat pengalaman sekaligus menikmati bahkan belajar untuk ikut mengatur perjalanan,” jelas perempuan yang punya impian saat usia 40 usahanya sudah settle ini.

Sugi menuturkan perempuan itu harus multitasking, bisa mengatur waktu dan menyelesaikan tugas antara keluarga, bisnis dan diri sendiri. Ia pun berharap anak-anak melakukan apa yang menjadi pilihan mereka. Ia tak memaksa tapi hanya mengarahkan. Sugi selalu mengajarkan ke anak-anaknya untuk belajar mengambil keputusan sendiri dan bertanggung jawab terhadap keputusan itu. Syukurnya di usia mereka sekarang anak-anak sudah terbiasa mandiri dan tidak banyak merepotkan. Bahkan sering membuat Sugi bangga dengan prestasi-prestasi mereka.

“Karakter dan mental anak dibentuk dari mereka masih dini.  Karena itu orangtua harus menanamkan pola asuh yang baik, dan tidak lepas dari kontrol orangtua. Itu peran penting seorang ibu dalam pendidikan karakter anak. Prestasi anak-anak adalah bonus,” tegasnya.

Hobi yang Datangkan Uang

Pesatnya perkembangan teknologi membuat orang ingin berwisata menjadi lebih mudah. Mulai dari perencanaan hingga selama perjalanan bisa disiapkan lebih awal. Jika tak mau repot, pilihlah biro perjalanan untuk mengurusnya. Salah satu biro perjalanan yang siap memberi pelayanan yang disesuaikan dengan permintaan dan keinginan  konsumen adalah Kayu Gede Bali Tour Boutique Travel.

“Kami menyediakan paket perjalanan wisata berbagai destinasi. Paket wisata dalam dan luar negeri, paket wisata perorangan dan group, Wedding Organizer dan Event Organizer, pelayanan  ticketing dan reservasi hotel yang didukung sistem dan tenaga profesional yang andal. Kayu Gede Bali Tour Boutique Travel akan memanjakan Anda dengan program–program fleksibel sesuai keinginan,” kata owner Kayu Gede Bali, Ni Luh Gede Sugi Artini.

Perempuan yang akrab disapa Sugi ini menuturkan menekuni usaha biro perjalanan sejak 2007 dengan bendera Permata Holiday Tour and Travel. Tahun 2010 ia melakukan perubahan nama menjadi Kayu Gede Bali Tour dengan standar Boutique Travel. “Kami memiliki keunggulan dalam hal kecepatan, ketepatan dan jaminan kualitas layanan karena kami memberikan pelayanan langsung dari awal perencanaan hingga saat perjalanan dengan penuh totalitas,” ungkapnya.

Kayu Gede Bali Tour Boutique Travel memiliki moto “Bersama kami, mari rencanakan dan sukseskan perjalanan anda”. Visi yang diusung, memastikan perjalanan anda mendapatkan pelayanan terbaik. Misinya antara lain membantu merencanakan perjalanan anda, menjadi perusahaan penyedia paket perjalanan wisata yang berkualitas dan penuh totalitas, menjadi mitra strategis bagi perusahaan yang memerlukan pelayanan perjalanan, penyelenggaraan event dengan tenaga profesional dan andal.

“Kami sudah menemani konsumen ke lebih 30 negara dan kota-kota besar di Indonesia. Ada rombongan keluarga, ada juga rombongan perusahaan,” ujar perempuan kelahiran April 1979 ini.

Ia menuturkan sembari kuliah S1 Peternakan Unud dirinya bekerja di Hard Rock Hotel (2000-2004), dibagian sales marketing dan pernah mendapatkan Awarded Certificate has achieved 100 Sales in 2 weeks”.  Selanjutnya ia pindah ke Grand Mirage Hotel. Tamu-tamu yang biasa ia tangani ternyata selalu mengikuti kemana dia pindah. Dari situlah muncul ide untuk membuat biro perjalanan. Tahun 2008, Sugi resign dari Grand Mirage, dan fokus di biro perjalanan. Awalnya ia hanya menangani wisata domestik.

Tahun 2009 Sugi mulai menangani paket outbond ke luar negeri, seperti Perth dan Melbourne, Australia. Konsumen pertamanya, teman-teman kampus S2 Pariwisata Unud. Tahun 2010 Kayu Gede Bali merambah Beijing dan Hongkong. Tahun 2014, Kayu Gede Bali  kembali memandu keberangkatkan 66 mahasiswa S2 Unud ke Korea. Bagi Sugi dan Kayu Gede Bali, ini pertaruhan kredibilitas dan penuh perjuangan karena berhasil memenangkan biding dengan travel besar.

“Nama Kayu Gede Bali saya pilih karena filosofi kayu yang besar dan rindang memberi kenyamanan. Untuk boutique travel saya jadikan fokus karena saya langsung ikut menyusun rencana perjalanan bersama konsumen, menemani dari keberangkatan hingga kedatangan. Ada personal guarantee, ketika perlu mengambil keputusan cepat saat melakukan perjalanan,” tegasnya. (wah)