Makaroni Medang Oleh-oleh Khas Kendangsari

157

(bisnissurabaya.com) – Berburu oleh-oleh khas Kendangsari. Medang dan Kendo adalah nama kuno dari Kendangsari, salah satu kampung dan kelurahan di Surabaya. Nama ini dikenal sejak zaman Majapahit abad ke-13.

Berawal dari cerita tersebut, Zubaidulloh yang akrab disapa Ubed, Ketua Karang Taruna Kecamatan Tenggilis Mejoyo berupaya untuk mengabadikan nama Medang dalam ingatan semua orang. khususnya warga Kendangsari Kecamatan Tenggilis Mejoyo. Setelah berpikir keras, akhirnya Ubed berhasil menemukan ide untuk menjadikan Medang sebagai nama merek produk yang dihasilkan.

Pada saat Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengumpulkan Ketua Karang Taruna Kecamatan se-kota Surabaya, Risma, mengharapkan agar setiap karang taruna kecamatan punya usaha sendiri sebagai sumber uang untuk membeayai kegiatan. Sepulang dari acara, Ubed minta istrinya untuk mencoba membuat makanan dari  makaroni dengan rasa manis dan pedas untuk dijual.

Mengapa makaroni? Makaroni adalah makanan yang murah namun tak terkesan murahan. Bahkan makaroni bisa digolongkan makanan kelas atas. Setelah beberapa kali melakukan percobaan bersama istrinya, Ubed berhasil memproduksi makaroni rasa pedas dan rasa manis caramel. Ubed membandrol Rp 7.000 untuk kemasan berat 50 gram.

Selain memasarkan produknya secara online melalui whatssap, facebook dan instagram, Ubed, juga menitipkan produknya di warung kopi serta reseller. Saat ini Ubed mengaku sudah biasa mengantongi keuntungan Rp 500.000 per bulan dari penjualan  produk makaroni yang dihasilkannya.

Setelah menjalani usaha selama setahun, Ubed, mengaku masih mengalami banyak kendala. Seperti kurangnya modal, tak adanya alat pengemasan dan lain-lain. Karena itu Ubed, mengharapkan pihak terkait terutama insatansi pemerintah yang membidangi dapat membantu modal dan pembinaan untuk mengembangkan usahanya.

Ubed optimis dengan mengikuti pembinaan dari Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya seperti Pejuang Muda dan Pahlawan Ekonomi dia dapat menghasilkan produk macaroni sebagai oleh-oleh alternative khas Surabaya yang lebih baik ditinjau  kualitas maupun  kuantitasnya. (nanang)