Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Timur dibentuk dengan sasaran utama yaitu meningkatkan akses keuangan daerah serta mendorong perekonomian daerah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

TPAKD Jawa Timur memiliki peran untuk mempercepat akses keuangan terutama bagi masyarakat yang belum memiliki akses ke industri jasa keuangan dengan dukungan anggota yang mencakup Pemerintah Provinsi, Lembaga Pemerintah, OJK, Bank Indonesia, Lembaga Jasa Keuangan, Akademisi, dan lainnya sehingga dapat saling mendukung sesuai dengan peran dan tanggung jawab institusi masing-masing.

Program Kerja TPAKD Jawa Timur tahun 2017 difokuskan untuk mendukung Visi Jawa Timur sebagai Sentra Agrobisnis Nasional melalui upaya pengembangan sektor agrowisata dan agroindustri.

Kepala Kantor Regional IV OJK Heru Cahyono mengatakan, TPAKD Jawa Timur ini terbentuk pada  30 Maret 2016 melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/234/KPTS/013/2016 dimana pembentukannya dilatar belakangi oleh masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan serta belum adanya forum koordinasi akses keuangan di daerah.

Selain itu pengembangan sektor agrobisnis dan pariwisata, program percepatan akses
keuangan daerah juga dilakukan melalui kegiatan edukasi dan inklusi keuangan yang pada tahun 2017 telah dilaksanakan kepada UMKM di wilayah Surabaya, Nelayan di wilayah Lamongan, serta kepada Akademisi dan anggota organisasi keagamaan di wilayah Jombang.

“Sesuai kesepakatan anggota, program TPAKD 2018 akan difokuskan pada pengembangan satu kawasan terpadu yang dapat melibatkan beberapa SKPD, serta masih relevan dengan visi ‘Jawa Timur sebagai sentra Agro Industri’,, katanya.

Selain program baru, pada 2018 nanti TPAKD juga akan melanjutkan program yang telah berjalan sebelumnya, yaitu monitoring keberlangsungan program pembiayaan sektor agrobisnis dan pariwisata yang telah dimulai di tahun 2017.

Kemudian, OJK juga teris melanjutkan kegiatan sosialisasi, edukasi dan inklusi keuangan kepada UMKM, dan beberapa komunitas. Serta perluasan akses pembiayaan budi daya umbi porang.

Untuk menyukseskan program TPAKD di tahun 2018, Otoritas Jasa Keuangan mengajak lembaga jasa keuangan yang beroperasi di wilayah Jawa Timur untuk lebih berperan aktif dan berkontribusi dalam pengembangan potensi ekonomi daerah Jawa Timur dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.

Seperti diketahui dalam rapat pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) itu dihadiri Kepala Kantor Regional IV Jatim Heru Cahyono, Sekda Prov Ahmad Soekardi, Kapala departemen Pengawasan Pasar Modal 2B OJK Djustini, Diruktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK Eko Ariyantoro.(ton)