(bisnissurabaya.com) – Bencana longsor di Kabupaten Pacitan selain menghancurkan rumah penduduk, juga menghancurkan infrastruktur utama berupa jalan maupun jembatan. Kerusakan yang parah ini menjadikan Kabupaten Pacitan nyaris terlokalisir dan lumpuh total. Banyak penduduk harus diungsikan di tempat aman yang disiapkan oleh pemerintah setempat, melalui koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Bantuan dari berbagai pihak pun mengalir deras. Mereka mengirim bantuan berupa uang, makanan, pakaian, selimut dan lain – lain dalam jumlah melimpah.

Rupanya bantuan yang begitu melimpah tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar para perempuan. Khususnya ibu hamil dan menyusui yang menjadi pengungsi, sebab banyak sekali kebutuhan perempuan luput dari perhatian banyak pihak, seperti celana dalam, pembalut, pampers bayi, susu bayi, serta perlengkapan mandi.

Oleh karena itulah, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) mengirimkan satu tim advance. Terdiri dari 4 orang, yaitu Ika Yuliana (manajer klinik), Anis (bidan), Kamto dan Yoyok (petugas lapangan), melakukan misi pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi khususnya bagi perempuan. Mereka mendatangi lokasi pengungsian yang cukup parah di Desa Klasem Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan. Mereka memilih posko Klasem karena disana adalah pusat banjir dan tanah longsor, namun masih banyak pengungsi yang belum pergi keluar desa.

” Walaupun ada pengungsi yang hamil dan bayi tapi kami tidak melihat adanya data penanganan untuk ibu hamil dan  bayi di Klasem,” terang Ika Yuliani. Selain melakukan assesment serta membawa bantuan untuk ibu hamil dan bayi berupa hicin kit/personal care sebanyak 388 paket, bayi kit 93 paket, bumil kit 30 paket, bantuan usia subur 39 paket, mereka juga membangun bilik mesra sebanyak 8 unit. Bilik mesra adalah tenda untuk pemenuhan kebutuhan seks para pengungsi yang sudah berkeluarga .

PKBI merekomendasikan agar setiap pemerintah kabupaten/kota membuat semacam SOP yang rensponsif dan sensitive gender khususnya untuk pemenuhan kebutuhan perempuan hamil dan menyusui di daerah. (nanang)