Sumenep,(bisnissurabaya.com) – Bank Indonesia terus mendorong peningkatan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan akses layanan pemenuhan kebutuhan uang layak edar di masyarakat.

Upaya pemenuhan kebutuhan uang rupiah dengan jumlah nominal yang cukup itu dengan jenis pecahan yang sesuai tepat waktu dan keadaan layak edar. Salah satunya melalui pengembangan jaringan distribusi uang (CCNP-Centralized Cash Networking Planning) atau lebih dikenal dengan Kas Titipan.

Kas Titipan merupakan kegiatan penyediaan uang oleh Bank Indonesia yang dititipkan pada salah satu bank yang bertujuan untuk mencukupi persediaan kas bank-bank di wilayah sekitarnya guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi A. Johansyah, dengan tujuan untuk meningkatkan akses layanan pemenuhan kebutuhan Uang Layak Edar (ULE) masyarakat yang berada di wilayah Sumenep dan sekitarnya.

Ditambahkan Difi, Kas Titipan Sumenep ini merupakan Kas Titipan ke-112 dari rencana pembukaan Kas Titipan di Indonesia yang berjumlah 114 pada  2017 ini.

“Dasar pemilihan Kabupaten Sumenep menjadi salah satu lokasi Kas Titipan di Jawa Timur adalah mempertimbangkan jarak Kabupaten Sumenep yang cukup jauh dengan Kota Surabaya,” jelas Difi.

Di samping itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep yang tumbuh positif di kisaran 5,22 persen pada 2016 serta kinerja kredit perbankan di Kabupaten Sumenep yang menunjukkan perkembangan yang signifikan, sebesar 37,11 persen di 2016  perlu diimbangi dengan penyediaan uang rupiah dalam jumlah yang memadai untuk memenuhi kebutuhan uang tunai yang semakin meningkat.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mengapresiasi dukungan dan semangat perbankan di wilayah Sumenep untuk turut meningkatkan layanan distribusi uang ke masyarakat guna mendukung terciptanya clean money policy di Kabupaten Sumenep. “Ke depan diharapkan adanya Kas Titipan, dapat memenuhi kebutuhan uang rupiah masyarakat  Sumenep dan Jawa Timur pada umumnya dalam jumlah nominal cukup, jenis pecahan yang sesuai,tepat waktu dan keadaan layak edar,” pungkas Difi ini.(ton)