Studi Lanjut Bagi Lulusan Akuntansi

3450

(bisnissurabaya.com) – Akuntansi merupakan bidang yang diminati dan merupakan bidang yang selalu berkembang dalam perusahaan. Akuntan dapat bekerja untuk pemerintah, perusahaan, atau organisasi, berikutnya adalah menyiapkan laporan keuangan seperti perpajakan, dan memastikan pajak dibayarkan tepat waktu. Mereka juga dapat menyarankan cara meningkatkan keuangan dengan cara mengevaluasi anggaran. Akuntan membuat rekomendasi kepada manajer mengenai cara mengurangi biaya operasional, supaya usaha dapat berjalan dengan efisien dan efektif, dan meningkatkan untung bagi usaha tersebut. Beberapa akuntan juga mengivestigasi kecurangan dalam penjalanan usaha atau organisasi. Selain membuat laporan dan rekomendasi, mereka juga harus menjelaskannya dengan cara yang mudah dimengerti kepada manajer, pemegang saham, dan pihak lain yang terlibat dalam operasional perusahaan.

Seorang akuntan harus membekali diri dengan kemampuan menyusun laporan keuangan, kemampuan berkomunikasi dalam menyampaikan gagasan dan hasil analisis terutama dalam bahasa Inggris supaya dapat bersaing di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN ini.

Bagi lulusan S1 akuntansi, berprofesi sebagai akuntan mungkin menjadi salah satu impian yang ingin diraih. Babak baru perekonomian yang kita kenal dengan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), juga semakin menunjukkan bahwa kebutuhan akan tenaga kerja ahli seperti akuntan akan sangat dibutuhkan oleh perusahaan lokal maupun perusahaan-perusahaan multinasional. Hal ini tentunya semakin menunjukkan bahwa impian lulusan S1 akuntansi dan kenyataan prospek lapangan kerja menjadi sesuatu yang relevan.

Lulusan akuntansi hendaknya memiliki kemampuan tambahan selain kemampuan di bidang akuntansi itu sendiri. Pemahaman bahasa inggris merupakan hal yang mau tidak mau harus dimiliki oleh lulusan akuntansi. Berikutnya adalah ilmu pajak. Sebagai lulusan akuntansi pengetahuan tentang perpajakan harus dikuasai pula. Kemampuan tersebut bisa diperoleh dengan mengambil program brevet A, B atau C. Karena buta pajak akan mengurangi kesempatan untuk dapat bekerja di suatu perusahaan, seiring dengan bertambahnya kesadaran masyarakat usaha tentang kewajiban perpajakan.

Akuntansi juga dapat dikatakan sebagai teknologi yang menggunakan sistem terpadu untuk menjalankan siklus akuntansi secara otomatis tepat dan akurat. Lulusan akuntansi harus mahir menggunakan sistem akuntansi dalam bentuk software akuntansi.

Beberapa peluang kerja bagi lulusan akuntansi dintaranya adalah auditor internal, akuntan publik, konsultan pajak, bankir, akuntan pemerintah, forensik auditor, dan akuntan pendidik. Akuntan publik adalah akuntan yang mempunyai ijin untuk memberikan jasa akuntan publik berkenaan dengan pelayanan jasa akuntansi bagi masyarakat, diantaranya jasa atestasi dan jasa non atestasi. Auditor internal bertugas memeriksa atau mengaudit secara internal dalam perusahaan untuk kepentingan bagian manajemen perusahaan, selain itu auditor internal memiliki kewajiban untuk memastikan pihak manajemen telah melakukan tugas dan fungsinya secara efisien untuk kemajuan perusahaan.

Konsultan pajak adalah orang yang memberikan jasa konsultasi perpajakan kepada wajib pajak dalam rangka melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai peraturan perundang-undangan perpajakan.

Forensik auditor ibarat detektif yang akan mengungkap kasus Fraud (kecurangan) pada lembaga tertentu sesuai dengan tempat tugas mereka. Akuntan pemerintah adalah lembaga independen untuk memeriksa instansi-instansi pemerintah. Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas memberikan materi di dalam kelas/diluar kelas. Gampangnya, akuntan pendidik adalah dosen/guru yang mengajar mata pelajaran/mata kuliah tentang akuntansi.

Pertanyaan yang muncul kemudian bagi lulusan akuntansi adalah, berkaitan dengan peluang-peluang kerja yang ada, apakah perlu untuk melanjutkan studi ke pasca sarjana atau cukup dengan ijazah S1 saja?

Sebagian lulusan akuntansi ada yang langsung memilih untuk bekerja tetapi ada yang memutuskan untuk melanjutkan ke S2 atau mengambil ujian sertifikasi. Pertama yang harus dipahami adalah potensi diri. Apakah berminat untuk bekerja dalam bidang pendidikan atau dalam bidang bisnis. Apabila berminat untuk bekerja di bidang pendidikan, akan lebih baik utnuk melanjutkan kuliah pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau program pasca sarjana. Karena menjadi seorang pendidik atau lebih dikenal dengan dosen, tentunya harus kaya dengan ilmu sehingga anak didik akan mendapatkan wawasan yang luas. Hal itu akan dapat tercapai diantaranya dengan mengikuti pendidikan lanjut.

Jika bergerak di bidang bisnis merupakan hal yang lebih diminati, melanjutkan ke program pasca sarjana bukan merupakan kebutuhan yang mendesak. Pendidikan pasca sarjana ada baiknya dilakukan jika dalam bisnis yang dijalani telah menempati posisi tertentu yang membutuhkan pengetahuan yang lebih luas.

Pengambilan ujian sertifikasi profesi ada baiknya dilakukan setelah memiliki pengalaman kerja yang cukup, karena soal ujian memang diperuntukkan bagi mereka yang telah menguasai proses pekerjaan yang dilakukan, bukan hanya berdasar teori saja.

Selain harus memahami apakah lebih ingin bekerja di bidang bisnis atau bidang pendidikan, lulusan S1 akuntansi juga harus memahami konsekuensi dari masing-masing keputusannya. Jika memilih untuk bekerja di bidang bisnis, konsekuensinya tentu akan secara teratur bekerja dari hari ke hari. Sebaliknya jika memutuskan untuk bekerja di bidang pendidikan, maka harus siap untuk selalu mempelajari ilmu baru, ketrampilan baru. Penelitian-penelitian atau eksperimen-eksperimen harus selalu dilakukan dari waktu ke waktu.

Lain halnya dengan lulusan D3, ada yang mengatakan bahwa sebaiknya melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya yaitu S1. Karena ada beberapa lapangan kerja yang membedakan tingkat penghasilan berdasarkan strata pendidikan terakhir yang diraih karyawan. Perlu diingat juga, apabila memang memutuskan untuk melanjutkan kuliah di S1 setelah lulus D3, apakah fokus kuliah saja atau bersamaan dengan bekerja. Masing-masing tentunya membawa konsekuensi sendiri-sendiri. Bekerja bersamaan dengan kuliah harus mempertimbangkan jam kerja, yang mungkin terkadang harus tugas ke luar kota, dan jam kuliah. Mempertimbangkan membagi waktu antara bekerja dan mengerjakan tugas kuliah.

Kesimpulan yang bisa diambil dalam menentukan langkah selanjutnya setelah lulus S1 Akuntansi adalah mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan relevansinya. Jika ingin menjadi akuntan pendidik, melanjutkan studi ke S2 merupakan keharusan. Jika ingin bekerja di lingkungan bisnis, di KAP atau di perusahaan non KAP, bekal pendidikan S1 Akuntasi bahkan D3 sekalipun, sudah mencukupi. Bagi lulusan yang belum siap bekerja, mengambil pendidikan profesi seperti PPAk ataupun menambah pengetahuan dalam hal perpajakan seperti mengambil brevet adalah pilihan yang cukup relevan. Mengikuti ujian sertifikasi profesi sebaiknya dilakukan setelah memiliki pengalaman kerja yang cukup.

Semua pilihan tersebut tentunya harus, kembali lagi, mempertimbangkan minat dan kemampuan masing-masing individu. Juga harus memikirkan konsekuensi masing-masing termasuk diantaranya waktu serta biaya dalam pelaksanaannya.