(bisnissurabaya.com) – Kegembiraan jelang perayaan Natal terasa gaungnya. Beraneka aksesoris serta hiasan telah terpasang di berbagai sudut pusat perbelanjaan. Pohon – pohon Natal tinggi menjulang menjadi ikon di beberapa tempat seperti mall hingga hotel berbintang. Tentu saja, ini adalah musim panen para pedagang pernak – pernik natal.

Owner Toko Sejahtera, Salim, yang terletak di lantai dasar Pasar Atom Surabaya, menceritakan, memasuki Desember, tokonya penuh dengan aneka hiasan Natal yang meriah. Tak ketinggalan pohon Natal dari ukuran kecil yang dijual Rp 160.000 sampai ukuran besar dengan harga jutaan rupiah. Rata – rata omset yang ia peroleh Rp 5 juta per hari.

Meski nilai agak kecil jika dibanding tahun lalu, Salim, berharap penjualan akan terus stabil hingga menjelang momen Natal nanti. “Target penjualan pasti ada, berharap bisa stabil sampai Natal nanti. Kalau dirata – rata hampir semua laku, pohon sudah pasti. Kalau tahun kemarin orang sudah punya pohon, mungkin tahun ini ganti hiasan lagi,” terang Salim.

Booming pernak-pernik Natal, juga dialami penjual parsel Natal dan Tahun Baru 2018. Bahkan, permintaan parsel Natal dan Tahun Baru 2018 mulai pernak-pernik hingga bingkisan parsel tak luput dari momentum perayaan kaum nasrani dan pergantian tahun baru 2018. Tak heran, bila sebagian masyarakat memburu bingkisan parsel atau hadiah, yang sengaja dibagikan kepada saudara, kerabat, bahkan relasi bisnisnya.

Saat jelang Natal dan Tahun Baru 2018 membuat pengusaha parsel selalu kebanjiran order. Seperti yang terlihat di salah satu toko parsel Fran’ss yang ada di Jalan Ondomohen Surabaya. Owner Toko Parsel Franss, Fransciskus, mengaku, saat natal hingga menjelang tahun baru seperti ini pembeli meningkat 100 persen. Sebab, banyak orang membutuhkan parsel untuk hadiah Natal dan Tahun Baru.

”Meski banyak orang yang bilang perekonomian 2017 kita stagnan, namun buktinya masih banyak pesanan parsel, “ kata Fransciskus, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu. Keuntungan dari usaha parsel ini masih stabil. Ini menunjukkan banyak orang mau merogoh koceknya. ‘’Memang keuntungan lebih besar menjual parcel saat lebaran dibanding Natalan karena mayoritas umat Islam,’’ tambahnya.

Parcel buatan Toko Franss dengan berbagai hiasan. Mulai yang berbentuk pernik Natal hingga Santa Claus dengan harga parsel beraneka ragam. Mulai Rp 65.000 sampai  Rp 3 juta bervariasi dari food only dan kombinasi dengan barang pecah belah serta kain batik. Sama seperti tahun lalu, konsumen belum kelihatan karena pembeli biasanya datang saat mendekati Natal khususnya H-5. Dia menargetkan sedikitnya 5.000 keranjang habis terjual. (lely/ton)