Ngawi,(bisnissurabaya.com) – Wilayah administratif di Indonesia dipimpin oleh Kepala Desa. sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan warga desa, diantaranya  balai desa, puskesmas, pasar, dan jalan. Secara umum sarana dan prasarana adalah alat penunjang keberhasilan suatu proses upaya yang dilakukan didalam pelayanan publik, karena apabila kedua hal ini tidak tersedia maka semua kegiatan yang dilakukan tidak akan dapat tercapai hasil yang diharapkan sesuai dengan rencana.

Jadi sarana dan prasarana desa haruslah menunjang kehidupan masyarakat. Desa merupakan suatu kesatuan, yang  didalamnya  terdapat berbagai segi  baik  agama, ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dan lain-lain.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Babatan Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi dibawah Kepala Desa Joko Suhodo telah melaksanakan program pembangunan desa tahun periode 2017.  Dengan memakai dana yang bersumber dari dana  DD (dana desa) sebesar Rp 956.098.000. Pembangunan dibidang fisik tepatnya di Dusun Loran-Tengahan telah diselesaikannya pembangunan paving jalan sepanjang 3 x 1.115 m. Dengan besar pagu yang digunakan Rp.553.052.000,- dan Dusun Nguluh diselesaikannya juga pembangunan paving jalan sepanjang 3,5x 678 m, dengan pagu sebesar Rp374.052.000

Kades Joko menjelaskan   pembangunan Desa Babatan memprioritaskan paving jalan karena untuk memperlancar roda perekonomian warga. Hal ini sesuai  misi dan visi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat  yang berbasis pertanian.

Pembangunan berjalan lancar dan berhasil  baik di akhir  2017 ini. Warga masyarakat Babatan  tampak senang mengingat   pembangunan ini sangatlah bermanfaat untuk kegiatan dan transportasi karena menjadi mudah. Pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa bahwa dana ini memang sangat diharapkan terserap oleh desa-desa di Kabupaten Ngawi yang memang membutuhkan untuk pembangunan desa menjadi lebih baik.(eko)