Ngawi,(bisnissurabaya.com) – Beberapa jenis sampah yang bisa ditabung antara lain plastik, logam, kertas, dan kaca. Sedangkan untuk sampah organik bisa  ditabung tapi diolah dulu  menjadi pupuk kompos. Sebelum ditabung, sampah milik nasabah ditimbang dan akan dihargai sesuai dengan jenisnya.

Untuk memasyarakatkan bank sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi mengadakan sosialisasi bank ini bersama kader ibu-ibu PKK desa, dilaksanakan di Kelurahan Pelem Kecamatan Ngawi Kab.Ngawi, Jumat (17/11)

Program acara bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi melalui DLH  dibawah Kepala Ir.Setiyono. Penyampaian materi oleh  nara sumberi Dian Peratania Direktur Bank Sampah Sumber Berkah dari desa Dempel  Kec.Geneng Ngawi.

Pembukaan awal telah disampaikan oleh Kasi Yuliati,SE yang menjelaskan bahwa sosialisasi bank sampah ditujukan kepada kelurahan dan desa. Yuliati menekankan   agar pengelolaan  bank sampah dapat meningkatkan ekonomi dan mengurangi sampah, menjadikan sampah atau limbah menjadi nilai ekonomi, merubah jadi bahan industri, tapi tidak meleset dari tujuan mengurangi sampah.

Sementara itu Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (Bahan,Berbahaya dan Beracun) DLH Ngawi Eko Purwanto,SP,MP, mewakili Kadin LH menambahkan program pemeliharaan, kebersihan fasilitas umum, program bank sampah mendasar pada peraturan tahun 2018. Dan disosialisasikan ke seluruh desa dan kelurahan.

Untuk mengurangi meluapnya sampah di  Ngawi ada pos induk di 4 titik yang diharapkan untuk sampah residu yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan. Maka desa agar membentuk kepengurusan, boleh dari  Karang Taruna atau dari kader PKK, agar teknis bank sampah bisa terkelola dengan benar seperti sampling di desa Dempel. Didesa ini  masyarakat desa mau memilah jenis sampah dan bisa ditampung di bank sampah desa.

Tidaklah merugi dengan terbentuk bank sampah desa, selain tidak  membuat kotor, sampah yang berkurang tidak bisa menimbulkan berbagai macam penyakit. Sampah plastik, logam, kertas, dan kaca merupakan sampah anorganik yang tidak bisa hancur bertahun-tahun di dalam tanah, bisa dijadikan nilai ekonomi.

Beberapa jenis sampah yang bisa ditabung antara lain plastik, logam, kertas, dan kaca yang termasuk dalam golongan sampah anorganik. Sedangkan untuk sampah organik tidak ditabung melainkan diolah menjadi pupuk kompos. Sebelum ditabung, sampah milik nasabah ditimbang dan akan dihargai sesuai dengan jenisnya. Setelah dirupiahkan, maka nilai nominal tersebut akan dicatat pada buku tabungan nasabah.

Keuntungan yang bisa didapat warga ketika menjadi nasabah bank sampah tersebut antara lain bisa mendapatkan uang serta lingkungan bersih dan sehat. Barang-barang bekas yang telah ditabung akan dipilah oleh pihak bank sampah. Semua barang karena selain dijual kembali, sampah-sampah itu akan dibuat menjadi berbagai barang kerajinan tangan. (eko)