Surabaya,(bisnissurabaya.com) РMenteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah AAGN Puspayoga saat membuka rapat koordinasi terbuka  bidang koperasi dan UMKM di Garden Palace Surabaya, Kamis (14/12).

Mengkliem telah mengemban amanat Nawa Cita untuk meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional dan lewat menggerakkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Tak hanya itu, dalam evaluasi program kerja 2017 ini, dirinya juga mengingatkan jajarannya untuk tidak melupakan program revolusi mental yang telah digagas oleh Presiden Jokowi pada awal masa pemerintahannya. Revolusi mental harus berlandaskan pada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tiga program prioritas kementeriannya di 2017 ini, yaitu pengembangan koperasi dan UKM, akses pembiayaan, dan pemberdayaan UMKM melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional.

“Ketiganya sudah kami jalankan dalam berbagai program strategis selama ini,” kata Puspayoga.

Dalam melakukan reformasi koperasi, terang Puspa Yoga, Kemenkop UKM telah memperbaiki dan membangun database system koperasi melalui online database system (ODS) untuk mendapatkan data koperasi yang akurat. Setelah pemutakhiran ODS, dihasilkan data koperasi aktif 153.171 unit, dan koperasi dibubarkan 40.013 unit.

Selain itu, AAGN Puspayoga juga meyakini tingkat suku bunga yang rendah menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mengakses kredit usaha rakyat.

Dikatakannya, bunga KUR yang rendah dan proses yang mudah menjadi daya tarik bagi pelaku koperasi dan UMKM untuk mengajukan kredit guna mengembangkan usaha.”Lha kalau bunga besar, siapa yang mau usaha untuk itu, Pada masa pemerintahan Jokowi-JK, pemerintah telah menurunkan bunga KUR dari 22 persen menjadi 9 persen.”Bahkan tahun depan akan diturunkan lagi menjadi 7 persen,” imbuhnya.

Dengan adanya program KUR rendah diharapkan bagi koperasi dan UMKM ini dapat membantu pembiayaan pelaku usaha, sedangkan bagi pemerintah dapat mendukung tercapainya percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM dalam penanggulangan kemiskinan serta perluasan kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

“Jadi kalau satu nasabah itu menambah satu tenaga kerja, dengan Rp 75 triliun saja berarti sudah menambah 33 juta tenaga kerja,” jelas Menteri asal Bali itu.

Puspayoga juga mengingatkan, peningkatan akses dan perluasan skema pembiayaan melalui program KUR mikro.
Untuk menjangkau UMKM di berbagai sektor dalam hal bantuan pendanaan serta memperluas pelayanan perbankan penyaluran KUR bagi UMKM, maka pemerintah menambah jumlah bank penyalur KUR termasuk Bank Pembangunan Daerah dan koperasi.

Seperti diketahui, Kemenkop UKM telah merealisasi percepatan penyaluran KUR. Berdasarkan data penyaluran KUR telah mencapai Rp 69,6 triliun atau 65,5% dari total target KUR sebesar Rp 106,2 triliun kepada 3.098.515 juta debitur.

Ditambahkan Puspayoga, program strategis yang dijalankan Kementerian Koperasi dan UKM memberikan dampak pada peningkatan kontribusi PDB koperasi terhadap PDB nasional dari 1,71 persen pada 2014 naik menjadi 3,99 persen pada 2016, serta rasio kewirausahaan nasional yang pada 2014 masih 1,65 persen melonjak menjadi 3,01 persen.

“Realisasi penyaluran KUR per 17 Oktober 2016 telah mencapai Rp75 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 3,5 juta orang. Sedangkan target penyerapan hingga akhir tahun ini harus mencapai Rp100 triliun,” jelas Puspayoga ini.

Tidak hanya itu, untuk peningkatan akses pembiayaan yang lebih luas, Kemenkop UKM juga menyediakan program penyaluran dana bergulir yang disalurkan melalui lembaga khusus, yakni Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB)-KUMKM.

Melalui program ini pemerintah berupaya meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi rakyat, penyerapan tenaga kerja, penumbuhan wirausaha baru, menyiapkan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan.

Perkembangan penyaluran pinjaman dana bergulir melalui mitra dalam dua tahun pemerintahan Jokowi-JK telah mengalami peningkatan yang signifikan. Tiga program reformasi total koperasi inilah yang menjadi priorits kemenkop yakni Reorientasi, Rehabilitasi dan Pengembangan menjadi hal penting yang ditekankan oleh Puspayoga dalam rangka meningkatkan sumbangan koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), maupun meningkatkan rasio kewirausahaan saat ini.(ton)