Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Hunian di Sydney pada 2018 akan meningkat 4-8 persen. Mekanisme harga dimasa lalu, dapat melihat secara pararel kesamaan hubungan situasi saat ini dengan akhir 2015 ketika para ahli telah dengan salah menyatakan bahwa booming property di Sydney telah berakhir. Pada 2015, Australian Prudential Regulatory Authority memaksa bank untuk membatasi pinjaman mereka kepada para investor.

“Bank harus menurunkankan jumlah pinjaman para investornya tak lebih 10 persen dari total pinjaman mereka per tahun,” kata Direktur SQM Research, Louis Christopher, kepada Bisnis Surabaya, Rabu (13/12) siang. Ia menyatakan, saat Bank membuka buku pinjaman mereka pada 2016, pasar mulai berakselerasi.

Ia meyakini bahwa situasi bank-bank saat ini berada dibawah ambang batas dan berada dalam posisi untuk membuka kembali buku pinjaman mereka pada 2018 dan pasar akan mulai naik lagi. Laporan moneter terbaru dari Bank Sentral pada 10 November mengantisipasi pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 3,25 persen.

Sehingga mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga baru akan terjadi pada akhir 2019. Sementara itu, pendiri McGrath Estate Agents, John McGrath, juga mengantisipasi “pasar normal yang baik” di 2018. “The Manhattan Effect… orang saat ini ingin tinggal lebih dekat dengan tengah kota, itu kuncinya,” tambahnya.

McGrath, mengantisipasi kawasan pelabuhan dan pinggiran pantai untuk memiliki performa yang cukup baik. “Dimana saja yang berada di dekat jalur air akan terus mengungguli pasar.

Manfaat nyata lainnya bagi pembeli 2018 adalah kebijakan suku bunga rendah yang sangat mungkin terus berlanjut.

Mengomentari analisa tersebut, CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan, prakiraan untuk 2018 menunjukkan betapa solidnya pasar properti Sydney di kawasan Asia. “Pembeli dan investor dari luar negeri khususnya dari Asia, selalu melihat Australia, terutama Sydney sebagai surga untuk investasi di wilayah ini,” kata Iwan Sunito.

Kenaikan harga 4 – 8 persen yang diprakirakan untuk 2018 adalah bukti sahih bahwa pasar properti di Sydney masih kuat. ‘’Memang benar, kita mencapai pertumbuhan harga tertinggi di 2015. Namun, yang paling terpenting adalah pasar terus merespon secara positif setiap tahunnya.

Juga kebijakan dari Australian Reverse Bank dengan bunga rendahnya yang memberi kita keyakinan terhadap pasar. (bw)