Dita Amalia, Kawal Mantan Pecandu Menjadi Berdaya dan Mandiri

149

(bisnissurabaya.com) – Wirausaha menjadikan mantan pecandu berdaya dan mandiri. Maraknya peredaran narkotika di masyarakat membuat miris banyak pihak. Betapa tidak, saat ini Indonesia tidak hanya menjadi negara pemakai, tetapi sudah menjadi negara penghasil narkotika. Walaupun Badan Narkotika Nasional (BNN) gencar melakukan perang terhadap peredaran gelap narkotika, namun angka peredaran narkotika tetap tinggi di Indonesia.

Fenomena ini yang menjadikan Dita Amalia, Direktur PLATO (Empowering and Learning Throught Assistant, Training,  Organizing),  sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pengembangan diri dan pemberdayaan masyarakat bertambah gundah. Sebab, lembaga yang dipimpinnya berusaha keras mengawal para mantan pecandu narkotika agar bisa diterima masyarakat dan tidak kembali menjadi pecandu narkotika.

Sebagai lembaga yang mempunyai visi menjadi lembaga profesional, dan memiliki kredibilitas dalam rangka mewujudkan masyarakat berdaya mandiri dan memiliki kualitas hidup yang mampu mendorong terpenuhinya hak – hak secara optimal, PLATO Foundation mengembangkan berbagai layanan masyarakat seperti korban penyalahgunaan narkoba dengan HIV/AIDS, anak dengan penyimpangan sosial, Warga binaaan pemasyarakatan,  keluarga rentan kesehatan dan sosial.

Selain itu, PLATO Foundation  juga mengembangkan program pendidikan pembangunan kapasitas dengan konsentrasi preventif dan promotif, seperti event dan Expo , workshop, surveyor dan penelitian , maupun assesmen psikologi. Sedangkan pelatihan meliputi Outbond Training Character Sosial Building,Parenting Class, Traning Of Trainer, Penguatan Kapasitas Individu (magang, pembinaan karyawan, bimbingan teknis dan monitoring evaluasi).

“ Menurut data BNN, saat ini angka pecandu narkotika yang kambuh atau releave  mencapai 40% sampai 60 persen ini yang membuat saya tambah miris,” terang Dita. Karena itu ditahun 2018, pihaknya menitik beratkan program kewirausahaan  untuk pemberdayaan kemandirian mantan pecandu narkotika dengan mendirikan unit usaha.

“Antara lain laundry, warung angkringan, sablon kaos, serta heandycraft,” demikian yang disampaikan  Dita Amalia 35 tahun ibu dari Allicia Saraswati Mahira dan Aditya RaitamSasmita. Dita Amalia, juga berharap bahwa unit  usaha yang dirintislembaganya dapat berkembang pesat sehingga untuk kedepan dalam menjalankan misi sosial kemanusiaan tidak lagi berharap pada lembaga donor tetapi dapat lebih mandiri.

“Saat ini dari sekitar 40 orang pecandu narkotika yang direhab di PLATO Foundation sudah 60% yang sembuh  dan  mereka sekarang sudah pulih , produktif , kembali berfungsi secara sosial,” pungkasnya. (nanang)