Suparmi Asal Madiun, Terpilih Mewakili Pameran Trade Expo Yogya

119

Madiun,(bisnissurabaya.com) – Warga Desa Sirapan, kecamatan/kabupaten Madiun, terpilih sebagai peserta pameran Investment, Art, Fashion, Tourism and Trade Expo [Inafest] 2017 di Yogyaxarta. Dialah Suparmi (39 )  anggota kelompok Industri Kecil Menengah [IKM] berbasis agro.

Sebelum memaperkan produk makanan dan minuman olahan, ia menjalani seleksi di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan [Disperindag] Provinsi Jawa Timur. Saat menjalani seleksi, dia juga menyampaikan berbagai produk-produk unggulan yang ada di Kabupaten Madiun.

“Alhamdulillah akhirnya saya terpilih sebagai wakil dari kabupaten Madiun untuk mengikuti pameran Investment, Art, Fashion, Tourism and Trade Expo [Inafest] 2017 di Yogyaxarta selama 5 hari,” tutur Suparmi saat ditemui dirumahnya, Kamis  (30/11).

Menurutnya mewakili pameran di Yogyakarta yakni dalam rangka pengembangan industri melalui Program Peningkatan Industri Berbasis Sumberdaya Alam dengan kegiatan Pengembangan Industri Hasil Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan.

Stand Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro [Disperdagkop UM] Kabupaten Madiun di Trade Expo 2017 Yogyakarta yakni memamerkan minuman dan makanan olahan.

“Jadi, kita juga membawa makanan dan camilan khas Madiun seperti sambel pecel, krupuk lempeng, brem dari sari tape, anyaman bambu untuk bungkus nasi pecel hingga batik khas kabupaten Madiun. Alhamdulillah selama 5 hari pameran Trade Expo Yogyakarta dapat order dari 3 lokasi yaitu jahe merah dengn total 1,5 kwintal dalam bentuk serbuk. Tapi masih nego,” ujarnya.

Diakuinya selama 14 tahun, ia terus merintis meciptakan beraneka makanan olahan baik herbal maupun makanan camilan seperti kripik. Dari rempah-rempah dibuat minuman instan serbuk juga cair seperti beras kencur, temulawak dan kunyit asem.

Suparmi menambahkan kelompox IKM binaan Disperdagkop Kabupaten Madiun memang sudah banyak menghasilkan produk olahan seperti khas minuman jahe merah, kulit manggis,daun sirsak dan kemangi olahan dalam bentuk extrak. Kedepan IKM akan mengembangkan minuman dalam bentuk herbal, krupuk perpen hingga dodol herbal.

“Sementara ini, kami baru mengolah minuman herbal instan cair. Harapan kedepan terhdap Pemerintah Kabupaten  Madiun adalah dukungan seperti pengembangan/pemasaran hasil produksi maupun bidang bimbingan tehnik,” tandasnya.[ajun]