Blitar,(bisnissurabaya.com) – Curah hujan yang terus menerus mengakibatkan tanggul sungai Unut, Desa Sutojayan, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, jebol. Tak ayal, debit air pun meluber kemana-mana. Ratusan rumah warga sekitar pun terendam banjir.Tidak hanya itu, ratusan hektar lahan pertanian  juga terendam banjir.

Termasuk jalur utama Desa Sutojayan menuju pusat kota Kabupaten Blitar, penuh dengan luapan banjir. Kondisi ini membuat warga sekitar panik. Mereka takut jika debit air terus meningkat. Karena intensitas hujan masih tinggi. “ Ya, takutlah. Sekarang saja sudah 50 Cm, masuk rumah. Kalau hujan terus, debit air pasti naik,” ujar Toto Sumargono yang sibuk membuat tanggul di depan pintu rumahnya.

Air setinggi paha orang dewasa ini membuat warga sekitar sibuk. Terutama soal mengamankan perabotan rumah tangga miliknya agar terhindar banjir. Barang-barang elektronik seperti televisi, radio, kipas angin, magic com, diletakkan ke atas almari. Sedangkan seperti kulkas dan mesin cuci diletakkan di atas meja.

Hampir semua warga tidak ada yang bekerja. Karena mereka sibuk ngurusi kondisi rumahnya. Apalagi arena persawahan dan jalan menuju kota Blitar, juga terendan bajir. Yang sehari-harinya sebagai petani jelas tak mungkin bisa bekerja, karena  sawah ladangnya kebanjiran.

Yang memiliki usaha di tepi jalan Sutojayan, juga tidak mungkin. Karena jalur dan sebagian tempat usaha penuh air banjir. Pun demikian dengan pegawai atau pelajar.Mereka tak dapat berangkat, karena jalur tersebut tak dapat dilewati kendaraan. “Mau nekat gimana. Wong air di jalan tingginya segitu. Kendaraan pasti mogok,” papar Sumargono.

Banjir di Sutojayan ini, benar-benar membuat perekonomian warga sekitar lumpuh total. Mereka berharap agar pemerintah segera memperbaiki  tanggul yang jebol, sehingga banjir serupa tidak terjadi lagi.(rul)