Ngawi,(bisnissurabaya.com) – Pagelaran wayang semalam suntuk digelar dalam rangka memperingati tokoh seniman dalang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi yang melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) pimpinan Yuli Kusprasetyo dibawah Kabid Kebudayaan Sukadi  bekerjasama dengan para seniman dan dalang se-kabupaten  Ngawi mengadakan pagelaran wayang kulit.

Pagelaran wayag kulit  semalam suntuk itu  digelar di  gedung kesenian Kabupaten Ngawi, Sabtu(12/11).  Didahului  sarasehan, temu seniman dan dalang sekaligus mengenang jasa seorang tokoh seniman dalang dari pewayangan Kiyono Tukul, yang banyak menebarkan ilmu keseniannya kepada dalang-dalang muda penerus budaya Ngawi. Dan kebetulan hari terselenggaranya pagelaran bertepatan 1000 hari almarhum.

Bupati Ngawi Ir.H.Budi Sulstiyono yang akrab dipanggil  Mbah Kung atau Kanang, sangat peduli pada kaum seniman dari papan bawah sampai atas. Dengan pendekatan seperti ini memudahkan perkembangan budaya Ngawi cepat melesat, yang didukung destinasi wisata alam yang luar biasa. Juga  didukung kegiatan-kegiatan kembali mencintai alam dari pesona tempat wisata Ngawi yang sangat indah tidak kalah dengan daerah lain.

Terkait hal  pagelaran wayang kulit yang menjadi kebanggaan Bupati Ngawi selama memimpin, terbukti rekor muri pagelaran wayang yang pernah diselenggarakan dibuka 115 dalang cilik secara serentak. Inilah bibit-bibit dari para dalang yang sudah sepuh atau almarhum.

Suatu kehormatan dan penghargaan serta perhatian dari Bupati Ngawi diberikan kepada dalang yang masih bisa menampilkan keahliannya menghibur rakyat yang mendidik. Seperti yang disampaikan pada malam selamatan 1000 hari almarhum dalang Kiyoto Tukul di  gedung kesenian, dipertengahan pagelaran wayang kulit oleh Dalang Mardi dari Kedunggalar dengan lakon “Pandu Surgo”.

Bupati memaparkan  Kiyono Tukul  nguripi Bupati, para dalang dicarikan makan diajak keliling ke semua wilayah untuk pagelaran dan tiap setu legen, jadi yang membuat tidak putus silahturohminya sampai sekarang seperti ini.

Kiyono Tukul demi melestarikan wayang kulit ini tanggapan dengan target semampunya bagi yang  membutuhkan pagelaran. Kiyono Tukul benar-benar menghidupkan budaya wayang kulit Ngawi, sangat berjasa karena memotivasi pada seluruh seniman se-kabupaten Ngawi untuk bangkit. Maka saat bersih desa atau setu legen diberikan sarana gedung kesenian,  jika tidak ada tempat untuk pagelaran silahkan memakai gedung kesenian untuk menggelar wayang kulit.

Selain  itu secara umum pagelaran wayang kulit ini sebagai salah satu bentuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang kebudayaan dan pariwisata sekaligus sebagai bentuk pelestarian budaya wayang kulit asli seni tradisional Indonesia.

Ucapan perwakilan dari komunitas dalang Ngawi menyampaikan pada Bupati, rasa terima kasihnya atas kepeduliaan dan perhatiannya pada seniman dalang wayang kulit Ngawi.  “Atas kesempatan yang diberikan temu muka di palenggahan gedung kesenian, dan hal ini baru pertama kalinya di Jawa Timur,” ungkapnya.(eko)