Ngawi,(bisnissurabaya.com) – Untuk meningkatkan sumber daya peternak perlu diberi pengalaman tambahan seperti studi lapangan. Kegiatan ini  akan memiliki dampak yang signifikan terhadap produktifitas para peternak.

Program kegiatan studi lapang dari dana DBHCHT mengembangkan wirausaha, diberangkatkan oleh Dinas Pertanian dibawah pimpinan Ir.Marsudi yang dilaksanakan Bidang Peternakan oleh Indah Alasta Dewi,S.PT, MA,MAP. Kegiatan berlangsung  pada  November 2017  ke daerah Grati Pasuruan. Diikuti oleh 100 peserta dari perwakilan Poktan.

Kadin Pertanian Ngawi Marsudi diwakili Kabid Peternakan menyampaikan tujuan studi lapang adalah memberi wawasan dan motivasi pada peternak dalam mengembangkan usaha budidaya ternaknya terutama sapi potong. Selain melihat kondisi peternakan yang ada, peternak juga mendapatkan materi tentang usaha peternakan meliputi segi manajemen pemeliharaan, pakan, kesehatan sekaligus perhitungan usahanya.

“Sehingga peternak mendapatkan hasil yang maksimal. Para peternak peserta pelatihan dikenalkan dengan pemeliharaan ternak/breeding secara kandang kelompok,” papar Indah Alasta Dewi. Pemeliharaan secara kelompok dengan perbandingan 20 ekor betina dengan 1 ekor jantan, dengan ukuran luasan kandang 3 m2 per ekor sapi.

Dengan metode ini perkembangbiakan sapi lebih efektif, karena perkawinan dilakukan secara alam. Kekurangannya karena kawin alam maka ditakutkan terjadi inbreeding, maka perlu adanya pergantian pejantan secara berkala sehingga menghindari perkawinan dengan keturunannya.

Selain itu untuk mendapatkan bibit yang unggul maka juga diperlukan pejantan unggul (baik dari jenisnya, kondisi fisiknya dan reproduksinya) sebagai pemacek di kandang kelompok tersebut. Disini juga diperkenalkan system bank pakan yang  ketersediaan jerami secara ad libitum (continue tersedia) jadi selain hijauan dan kosentrat.

Dengan sistem ini kondisi sapi lebih terjamin pakannnya. Usai studi lapang para peserta diarahkan  ke peternak binaan. Peternakan secara terintegrasi berupa sapi perah, ternak kambing Etawa dan sekaligus pengolahan susu yang diproduksi. “Tidak hanya tehnis pemeliharaan dan mengembangkan ternak sapi, namun ada bentuk pengolahan,” tambah Indah. (eko)