Gresik,(bisnissurabaya.com) – Para pengusaha angkutan truk dapat pengarahan. Sedikitnya 24 pengusaha angkutan yang beroperasi dan melintas dalam Kota Gresik diberi warning.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memanggil para pengusaha ke kantornya, Kamis (30/11). Alasan karena selama ini Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik sering  memergoki truk yang beroperasi diluar jam operasional.

Disisi lain, truk pengakut barang tersebut juga tidak mematuhi peraturan atau rambu-rambu yang telah dipasang Dishub. Bahkan, beberapa diantara rambu larangan dan jam operasional yang terpasang, tiba-tiba hilang tanpa ada yang tahu siapa yang membongkar.

Tentu langkah pemanggilan tersebut dilakukan guna mengingatkan para pengusaha untuk mentaati aturan-aturan. Termasuk   Peraturan Bupati Gresik Nomor 21 tahun 2012 tentang Jaringan Lintas Angkutan Barang Dengan Truk dan Angkutan Orang Dengan Bus Menuju dan Melintas Dalam Kota.

“Pemkab Gresik kan sudah mengatur jam operasional truk angkutan yang melintas maupun menuju dalam kota di dalam Perbup. Karena memang masih banyak yang tidak mentaati, tentu kewenangan kami memanggil para pengusaha,” jelas Bupati Sambari.

Seperti Dishub  Gresik telah memasang sejumlah rambu lalu lintas. Termasuk jam operasional yakni antara pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB dan pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 05.00 WIB dengan muatan sumbu terberat (MST) 8 ton.

Bupati beralasan diluar jam tersebut adalah jam sibuk. Yaitu banyak anak berangkat sekolah serta merupakan jam aktifitas berangkat kerja dan pulang kerja. “Utamakan perjalanan anak menuju tempat sekolah dulu, agar jalan tidak sesak,” tandas Sambari.

Dirinya menegaskan jika nantinya masih ada yang melanggar, maka akan segera dilakukan tindakan khusus sehingga timbul efek jera bagi pelanggar. “Kalau masih kedapatan melanggar, saya sendiri yang bakal menertibkan,” ujar Bupati. (sam)