Banyuwangi,(bisnissurabaya.com) – BERAWAL dari  mengikuti kursus dengan biaya mahal, Adi Azza, memberanikan diri membuka jasa servis laptop. Pemilik ” Mitra Guna Komputer” ini membuka usaha di Jalan KH. Hasyim Ashari, Genteng, tiga tahun silam.

“Saya memang hobi otak-atik laptop. Akhirnya menjadi pekerjaan,” kata Adi kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini. Berkat keuletannya, kini jasa servis laptop miliknya memiliki 8 karyawan. Menurutnya, usaha jasa servis komputer memiliki prospek bagus. Sebab, peralatan komputer menjadi kebutuhan wajib. Terutama kalangan pelajar yang kini dituntut mengikuti perkembangan teknologi. Kondisi ini yang mendukung jasa servis komputer ikut maju.

Tak heran jika jasa servis komputer miliknya cukup terkenal. Tak hanya di seputaran Genteng, pelanggan banyak datang dari Kalibaru, Rogojampi, Purwoharjo hingga kota Banyuwangi. ” Pelanggan, didominasi pelajar, mahasiswa, beberapa juga guru,” papar Adi.

Satu kelebihan yang bisa menggaet pelanggan adalah jaminan garansi. Lalu, proses servis yang cepat. Bahkan, jika kerusakan tak terlalu berat, pelanggan bisa menunggu.

Menurut Adi, rata-rata dibutuhkan waktu seminggu untuk memperbaiki laptop. Jika servis selesai, pihaknya akan menghubungi pelanggan. Ini bagian dari servis agar pelanggan tidak perlu bolak-balik.

Jasa servis laptop dibandrol mulai Rp 300.000 hingga Rp 500.000, tergantung tingkat kerusakan. Kerusakan paling banyak adalah mati total dan layar gelap. Untuk memudahkan layanan, pihaknya menyediakan onderdil. Harganya, mulai Rp 100.000 hingga Rp 500.000. Pasokan onderdil didatangkan dari Surabaya. Setiap hari, rata-rata dua laptop berhasil diperbaiki. ” Kalau pelanggan, setiap hari minimal 5 yang datang,” jelasnya.

Salah satu kendala usaha ini ternyata musim hujan. Ketika hujan, banyak pelanggan enggan datang. Sehingga, permintaan jasa servis ikut sepi. Penurunan pelanggan mencapai 90 persen. Kini, sehari hanya 1-2 pelanggan yang datang. Selain menyiapkan onderdil, untuk menggaet pelanggan, harga servis tidak dipatok mahal.

Tak hanya servis, pihaknya menyediakan aneka laptop bekas. Meski bekas, kualitasnya dijamin. Per hari, 4-5 unit laptop bekas terjual. Harganya mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta, tergantung merk. Pihaknya memberikan garansi 2 minggu untuk pembelian laptop bekas. ” Tapi, sampai saat ini belum ada pelanggan yang komplain laptop bekas,” urainya.

Dari usaha ini, omzet mencapai Rp 5 juta per bulan.  Kemudian menghadapi persaingan usaha serupa, pihaknya memberikan layanan cepat ke konsumen. Lalu, kualitas perbaikan yang baik. Menurutnya, laptop bekas banyak diburu. Sebab, harganya lebih murah. Sehingga, menjadi alternatif para orang tua dengan dana minim. ” Kalau orang tua yang dananya minim, kebanyakan memilih laptop bekas. Karena murah dan kualitasnya juga bagus,” jelasnya.  (ida)