Zahrotul Ulya : PKBI Jatim Kawal KB

277

(bisnissurabaya.com) – Dua anak cukup. Slogan yang sangat populer pada masa Orde Baru (Orba) ini dikeluarkan saat gencar – gencarnya program Keluarga Berencana (KB). Bahkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) juga diajarkan tentang pendidikan KB. Memang pemerintah pada saat itu berkeinginan agar program KB dapat mengendalikan pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia dan membuat keluarga Indonesia lebih sejahtera. Setelah Pemerintah Orba tumbang dan berganti menjadi Pemerintah Orde Reformasi, nasib program KB menjadi pertanyaan.

Adalah Zahrotul Ulya, 30, alumni Universitas Muhammadiyah (UM) Semarang yang juga Direktur Eksekutif PKBI Jawa Timur (Jatim) yang berusaha untuk memberikan penjelasan terkait dengan program KB khususnya di Jatim. Walau program KB sekarang mengalami keredupan dan seolah-olah hilang seiring dengan bergantinya pemerintah orba, namun sesungguhnya sampai sekarang masih banyak komponen anak bangsa yang setia mengawal program ini. Diantaranya adalah PKBI.

PKBI adalah lembaga swadaya masyarakat yang didirikan di Jakarta pada 23 Desember 1957. Organisasi ini peduli terhadap kesehatan  keluarga dan reproduksi, berupaya menuju terciptanya keluarga bertanggung jawab. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan program, pengembangan jaringan dan pemberdayaan masyarakat dibidang kependudukan secara umum dan secara khusus di bidang  kesehatan reproduksi.

PKBI yakin keluarga adalah pilar dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Dalam hal ini keluarga yang bertanggung jawab dari segi dimensi kelahiran, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga. “Selain itu, PKBI juga ikut membina kegiatan remaja dan permasalahannya dalam wadah sebaya Youth Center yang telah bertugas untuk konseling permasalahan remaja serta mobile penyuluhan terhadap kasus – kasus remaja,” terang Zahrotul Ulya.

Diantaranya mengembangkan pusat informasi, edukasi dan konseling serta pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi berkualitas berbasis hak dan persepekti gender, melalui peningkatan pran PKBI yang profesional, kredibel, mandiri dan berkelanjutan. Sejak 2009, PKBI Jatim telah menjadi koordinator pelaksana penanggulangan HIV/AIDS di Jatim bersama 23 LSM, Dinas Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS dan didukung Global Fund , PKBI Pusat konsentrasi memberikan layanan dan inormasi kepada 5 populasi kunci, yaitu Injection Drugs User, Who Have Sex Wih Men, Female Sex Worker and High Risk Men.

PKBI Jatim berkonsentrasi pada hak hak seksual dan reprodusi remaja, melalui sebaya Youth Center memberikan konseling kesehatan reproduksi dan seksual bagi remaja berusia 10 sampai 24 tahun, konseling psikologi dan kesehatan remaja serta kegiatan komunikasi , informasi dan edukasi bagi remaja baik di sekolah maupun diluar sekolah. Disekolah program ini dipadukan dengan kegiatan PMI, dan Dance for Live.

“Pada saat menjalankan pemetaan untuk program ini di Jombang ditemukan perilaku seorang siswi yang tidak mengetahui bahwa dirinya sedang menstruasi sehingga dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dan pada pertengahan tahun 2017 ditemukan kasus seorang pasien tuna rungu dan tuna wicara yang dihamili oleh pacarnya yang juga seorang tuna rungu,” tambah Zahrotul Ulya.

Program Pendidikan kecakapan hidup ( You and Me Program ) bertujuan untuk memberikan pendidikan seksual dan reproduksi kepada anak pra sekolah usia 4 tahun sampai 6 tahun dan orang tuanya sehingga terhindar dari pelecahan dan kekerasan seksual.

Pada program ini peserta diperkenalkan dengan boneka kespro, yaitu suatu alat peraga boneka yang didesain khusus dengan dilengkapi alat reproduksi sehingga diharapkan para orangtua dan guru dapat memberi penjelasan kepada anak didik secara benar . Untuk keperluan pengajaran boneka kespro dilengkapi dengan 1 modul untuk Orang Tua , 1 Modul untuk Guru, 3 modul unuk anak. (nanang)