(bisnissurabaya.com) – Kreasi aneka menu sederhana bisa meningkatkan nilai jual. Seperti tahu dan  teh, adalah makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi masyarakat di Indonesia. Selain bahannya mudah didapat, harganyapun murah. Berawal dari fenomena tersebut, Indra Wahyudi, pria berusia 39 tahun ini memberanikan diri memproduksi makanan dan minuman berbahan dasar tahu dan teh.

Berbekal keyakinan yang tinggi, Indra, mulai membulatkan tekad mencari tahu bagaimana cara memproduksi makanan dan minuman yang diinginkan secara benar. Ia  rajin mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan. Diantaranya Pahlawan Ekonomi ( PE ) dan Pejuang Muda (PM ) yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya  setiap hari Sabtu dan Minggu di sebuah mall di kawasan Surabaya Timur dan melakukan percobaan produksi selama 3 bulan.

“Saya memilih produksi keripik tahu walik bukannya tanpa alasan, tetapi sudah melewati tahapan pengamatan dan perhitungan,” kata Indra, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu. Selain bahan bakunya mudah, alasan kedua adalah belum ada saingan dan makanan sehat. Sedangkan alasan mengembangkan minuman teh serai karena minuman ini termasuk minuman herbal yang berguna memperbaiki methabolisme tubuh. Belum ada saingan serta pasti disukai konsumen karena menggunakan bahan alami tanpa bahan pengawet.

“Saya terinspirasi dari nenek saat sakit. Dari sana nenek pasti membuatkan saya minuman teh yang dicampur dengan sejumlah rempah-rempah diantaranya serai,“ ujar Indra Wahyudi, yang juga Sekretaris  Bidang Usaha Ekonomi Produktif Karang Taruna Kota Surabaya, saat dijumpai di kediamannya, Wiyung 11 No 16 RT 04 RW 02 Kelurahan Wiyung Kecamatan Wiyung Kota Surabaya.

Selama 2 tahun keripik  tahu walik dan teh kemasan produksi Indra Wahyudi, berkembang pesat. Walau menggunakan alat manual, dengan dibantu istri dan beberapa orang karyawan dia tetap mampu melayani pesanan dan mampu mensuplai kebutuhan pusat oleh – oleh yang dikelola Pemkot Surabaya. Mulai dari Surabaya Square, Siola, Bandara Juanda, dan pusat oleh – oleh milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Jalan Soekarno MERR.

Indra juga memasarkan produknya secara online melalui akun facebook, instagram, dan WA. Produk keripik tahu walik dan minuman teh serai kemasan merek sesil yang diproduksi Indra Wahyudi, tergolong murah harganya. Untuk keripik tahu walik Rp 10.000 untuk kemasan biasa dan 16.000 untuk kemasan premium. Sedangkan teh serai dibanderol Rp 5.000 untuk kemasan botol biasa, dan Rp 8.000 untuk kemasan botol eksklusif.

Karena kegigihannya dalam menjalankan usaha, Indra Wahyudi, meraup keuntungan sebesar Rp 4 juta per bulan. Jumlah ini menambah pendapatan dari usaha catering yang lebih dulu dijalaninya.

“Alhamdulilah dari Usaha Katering saya bisa mendapatkan penghasilan Rp 10 juta ditambah dari usaha keripik tahu dan teh serai Rp 4.000.000. Jadi total 14 juta per bulan,“ tambah Indra yang juga pengurus RW 02 Wiyung.

Indra belum lama ini mendapat penghargaan UKM Best Kreatif dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur . dan dia mendapat sertifikat dari beberapa lembaga dan universitas karena diminta untuk mengisi materi kewirausahaan disana. Walau terbilang cukup sukses, sebenarnya Indra Wahyudi, mempunyai beberapa harapan terhadap usahanya kepada lembaga lembaga terkait.

Seperti akses permodalan dan akses untuk bisa menitipkan produknya di minimarket – minimarket yang ada tanpa dibebani dengan syarat yang memberatkan seperti sistem konsinyasi dan lain-lain. (nanang)