(bisnissurabaya.com) – Kampung saus. Yaaaa……., Simorejosari Sukomanunggal Surabaya ternyata dikenal dengan sebutan kampung saus. Penggagasnya adalah Muhammad Mustakim, yang akrab disapa Mr Kim. Awalnya, pria 41 tahun ini hanya memiliki gagasan untuk mengangkat perekonomian warga di kampung Simorejosari B 8 Sukomanunggal Surabaya melalui pembentukan sentra Kampung Saus.

Mengapa memproduksi saus? Ia beralasan, karena masyarakat umumnya hobi makan. Utamanya, makanan instant yang mepunyai citarasa oriental. Muhammad Mustakim yang ditemani Dewanti yang menjabat sebagai  Ketua PKK RT 04 RW 07 Kelurahan Simomulyo Baru Kecamatan Sukomanunggal berusaha mewujudkan gagasan tersebut.

Langkah pertama yang dilakukan Dewanti, dengan mengumpulkan warga, terutama ibu-ibu PKK yang memang memiliki banyak waktu  di rumah Ketua RT untuk diajari bagaimana membuat produk saus yang memiliki citarasa enak dan layak dijual. Awalnya banyak mengalami kendala di lapangan.

Seperti, keberagaman latar belakang anggota, ketidaktahuan tentang bahan dasar dan sebagainya. Namun, mereka tak patah semangat. ‘’Kami memberikan pelajaran kepada masyarakat melalui metode learning by dy doing, easy going. Jadi mengalir saja,’’ kata Ketua PKK RT 04 RW 07 Kelurahan Simomulyo Baru Kecamatan Sukomanunggal, Dewanti, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu.

Kerja keras yang mereka bangun akhirnya membuahkan hasil juga. Dari lima kelompok yang dibina, terdiri dari 25 orang anggota dan satu chef masing-masing  sudah berhasil memproduksi saus kemasan dengan lima varian rasa. Yakni, saus lemonce, saus salad, saus asam manis, saus lada hitam dan saus ala thai.

Produk yang dibanderol dengan harga Rp 15.000 sampai Rp 25.000 tersebut langsung laris manis di pasaran. Banyak pesanan mengalir dari hotel dan rumah makan. “Kuncinya selain harganya terjangkau, juga karena bahan yang digunakan adalah bahan yang segar dan tak menggunakan bahan pengawet,“ tambah Dewanti.

Sebagai bentuk penghormatan bagi sang tutor yang telah mendampingi dan membina mereka, maka produk saus diberi merk dagang Mr Kim. Produk saus kemasan botol Mr Kim, selain di pasarkan secara door to door, juga lewat via online, resaller serta dititipkan diberbagai minimarket.

Untuk lebih meluaskan pasar, mereka bekerjasama dengan IKM Jatim, koperasi, sahabat komunitas UKM. Mustakim, optimis produk saus yang mereka hasilkan dapat diterima pasar. Bahkan, dia tak takut bersaing dengan produk pabrikan. “Kami akan mengikuti pameran disebuah mall di Surabaya pada 8-9 Desember mendatang. Dan akan kami perkenalkan produk turunan dari produk ini yaitu aneka nasi goreng dan mie goreng Mr Kim,” ujarnya.

Mr Kim berharap, keterlibatan dan dukungan semua pihak dalam mendukung usahanya untuk membentuk sentra kampung saus di Simorejosari. Baik pemerintah maupun swasta. Utamanya sektor permodalan dan peningkatan mutu produk mulai dari rasa, pengemasan, lebeling sampai pemasaran. Sehingga, kedepan produk saus kemasan Mr Kim, dapat menjadi alternatif oleh-oleh khas Surabaya mendampingi produk oleh-oleh UKM yang sudah ada. (nanang sutrisno)