(bisnissurabaya.com) – Lestarikan batik nusantara. Setelah sukses dengan Bazar Batik Jawa Timur (Jatim), Batik Fashion Fair kembali digelar untuk kedua kalinya pada 6 – 10 Desember 2017 di Grand City Surabaya. Kali ini Batik Fashion Fair menampilkan Pasar Batik Jatim dengan menghadirkan Pasar Batik 17 Agustus Pamekasan.

Pasar Batik 17 Agustus Pamekasan yang hanya ada setiap hari Kamis dan Minggu, kini hadir selama lima hari di Batik Fashion Fair 2017. Selain itu di dalam pameran, akan ditampilkan high premium batik yaitu batik kelas premium dengan harga puluhan juta juga, diambil dari pembatik dari Solo, Pekalongan, dan Yogyakarta. Karya kerajinan batik yang memiliki nilai lebih bukan hanya dari segi harga melainkan juga dari filosofinya. Sehingga pengunjung tak hanya berbelanja tetapi sekaligus memperoleh pengetahuan nilai-nilai batik secara lebih eksklusif. Acara lain yang tak kalah seru adalah ilustrasi kompetisi batik dan cara merawat batik.

“Untuk event kali ini kita hadirkan Pasar Batik 17 Agustus yang terkenal di Pamekasan dan cukup terkenal sampai Jakarta,” terang Dadan M Kushendarman, Direktur Debindo Mitra Tama. Mengusung tema Pesona Kriya Wastra Indonesia, Batik Fashion Fair 2017 diikuti lebih dari 180 booth peserta menampilkan berbagai produk, desain dan motif pilihan batik baik tradisional, etnik, maupun modern dari kalangan pengusaha industri dan pengrajin batik, bordir, tenun, songket, sulaman, busana tradisional, serta beragam produk fashion dan aksesoris pilihan terkini. Menggandeng Asosiasi Pengusaha Batik Jatim (APBJ), Persatuan Pengusaha Bordir (Persadir), dan Persatuan Pengusaha Busana (Persana) Jatim yang baru kali pertama turut dalam acara ini.

Batik Fashion Fair 2017 digelar dengan maksud dan tujuan memberi apresiasi serta kesempatan yang seluas – luasnya kepada para pengusaha serta pengrajin batik dan bordir daerah untuk dapat lebih meningkatkan serta mengembangkan kreatifitas, produktifitas maupun jaringan pasar secara maksimal di pasar global.

“Sekaligus menempatkan batik sebagai warisan budaya bangsa yang harus tetap dilestarikan dan dikembangkan baik di dalam negeri maupun mancanegara,” imbuhnya. Debindo berharap mampu meraih transaksi Rp 4,2 miliar dengan target pengunjung 29.000 orang. “Harapan kami omset bisa naik 10-15 persen, dengan event ini gairah UMKM mandiri semakin tinggi,” ujar Dadan.

Dalam kesempatan yang sama, ketua APBJ mengungkapkan antusiasmenya dalam event yang sudah memasuki tahun kedua tersebut. “Hari pertama kami hadirkan spa batik (cara Meratus kain) yang dibawakan oleh pakarnya. Di sini kami berusaha menjelaskan pada para konsumen bagaimana cara merawat batik,” ungkap Putu Sulistiani, Ketua APBJ Jatim.

Meramaikan acara, cat Walk fashion show akan menampilkan busana ready to wear deluxe yang bisa dipakai oleh semua kalangan dan suasana. “Karena tema kita adalah global ethnic dan bisa dijangkau oleh masyarakat luas,” imbuh Susi Sukotjo, Ketua Persana Jatim. (lely)