Surabaya,(bisnissurabaya.com) – HIV/AIDS jadi momok. Maraknya perkembangan HIV /AIDS di Indonesia jadi perhatian pemangku kepentingan di tanah air. Karena itu, bertepatan dengan Hari AIDS se-dunia, Kementerian Sosial (Kemensos) menyelenggarakan Pentas Sahabat ODHA Minggu (3/12). Acara yang diselenggarakan di sebuah hotel di Surabaya ini dibuka oleh Marjuki, Direktur Rehabilitasi Sosial, dan dihadiri berbagai organisasi pemangku kepentingan. Seperti Karang Taruna, Taruna Siaga Bencana, Pekerja Sosial Masyarakat, Pekerja Sosial, Tenaga Kerja Sosial, Pemuda Masjid, Pemuda Gereja, Pemuda Hindu, Pemuda Budha, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial Kota Surabaya dsb.

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, sesuai UU nomor 23 Tahun 2004 negara memiliki tanggung jawab rehab medik dan rehab sosial bagi penyandang HIV/AIDS. Saat ini pemerintah telah hadir dalam pencegahan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang HIV/AIDS melalui panti rehabilitasi sosial yang dimiliki Kemensos di Ternate, Medan, dan Sukabumi.

Workshop yang menjadi bagian dari Pentas Sahabat ODHA, Marjuki dari Sukabumi, Baby Jim Aditya Psikolog, dan Sony Manalu dari Kemensos menyepakati cara efektif untuk menghindari virus HIV AIDS adalah pola hidup sehat dan setia pada pasangan. Bahkan, Sony Manalu, menceritakan dengan pola hidup sehat dan olahraga teratur, dia bisa mengalahkan Advent Bangun, seorang atlit dan artis kenamaan dalam sebuah event pertandingan beladiri.

Pentas sahabat ODHA ini menjadi ajang berkumpulnya ODHA dan sahabat ODHA, dengan mengenakan kaus seragam yang sama tidak lagi terlihat mana penyandang HIV /AIDS dan mana sahabat ODHA. Penyandang HIV/AIDS dan kelompok rentan seperti waria, gay, juga unjuk gigi menampilkan kebolehannya. Seperti membaca puisi, drama teatrikal, menyanyi. Bahkan Menteri Sosial menyempatkan diri untuk menyanyi bersama kelompok musik MataHati

Pada kesempatan ini Khofifah, melantik 600 orang sahabat ODHA untuk di tempatkan di Surabaya maupun Jawa Timur. Jumlah ini melengkapi 200 orang di Medan dan 200 orang di Sukabumi. Tugas Sahabat ODHA adalah memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa stigma ODHA harus dijauhi adalah salah. Karena yang harus dijauhi adalah orangnya bukan penyakitnya. Diharapkan Sahabat ODHA bisa menjadi lilin yang bisa memberikan  harapan bagi para penyandang HIV AIDS. (nanang sutrisno)