Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Penyandang disabilitas belajar berorganisasi. Kaum disabilitas se-Jawa Timur (Jatim) yang tergabung dalam Komunitas Tuna Rungu, HIPENCA, GERKATIN, PPDI, PERTUNI berbondong-bondong menghadiri Workshop Penguatan Organisasi Disabilitas. Mereka banyak mengendarai sepeda motor modifikasi roda tiga yang banyak digunakan para penyandang cacat.

Ketua Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan  Sosial (BK3S) Jatim, Tjuk Kasturi Sukiadi, mengatakan, para penyandang cacat tetap bisa menjadi pribadi yang pinter dan kober dalam mengelola organisasi. Karena pinter saja tidak cukup. Biasanya orang pinter tidak punya banyak waktu atau tidak kober dalam menjalankan aktifitas organisasi,’’ kata Tjuk K Sukiadi, di Gedung Tribuana Tungga Dewi Surabaya Sabtu (2/12) dalam rangka Hari Disabilitas Nasional  2017. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia para penyandang cacat dalam berorganisasi sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Pemateri workshop, Sutopo, menekankan pengertian organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan. Sehingga unsur berorganisasi seperti pengurus, sarana, pendukung, dan program jadi penting dan menentukan. Antusiasme peserta dalam mengikuti workshop ditunjukkan melalui banyaknya pertanyaan yang diajukan dan kemudian diterjemahkan kembali oleh  seorang penerjemah

Selain menghadiri workshop, para penyandang cacat juga direncanakan mengikuti jalan sehat dan menyaksikan panggung hiburan antar penyandang cacat yang juga merupakan rangkaian acara  Hari Disabilitas Nasional 2017

Mengingat banyaknya peserta yang hadir pada Hari Disabilitas Nasional, Pengurus  BK3S Jatim melibatkan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Jatim yang biasa melayani masyarakat di daerah bencana untuk membuka Dapur Umum bagi penyandang cacat yang mencapai 2000 orang peserta. (nanang sutrisno)