Pentingnya Ekonomi Kreatif Bagi Kreativitas Anak Muda

4474

(bisnisssurabaya.com) – Di era keterbatasan lapangan pekerjaan seperti saat ini, anak muda membutuhkan bekal berupa soft skill (keterampilan) agar mampu berdaya saing, salah satunya memiliki keterampilan berwirausaha atau entrepreneurship.  Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. Konsep ini biasanya akan didukung dengan keberadaan industri kreatif yang menjadi pengejawantahannya.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan ekonomi sampai pada taraf ekonomi kreatif setelah beberapa waktu sebelumnya, dunia dihadapkan pada  konsep ekonomi informasi yang mana informasi menjadi hal yang utama dalam pengembangan ekonomi. (wikipedia)

Menurut Indonesia kreatif, Era globalisasi dan konektivitas mengubah cara bertukar informasi, berdagang, dan konsumsi dari produk-produk budaya dan teknologi dari berbagai tempat di dunia. Dunia menjadi tempat yang sangat dinamis dan kompleks sehingga kreativitas dan pengetahuan menjadi suatu aset yang tak ternilai dalam kompetisi dan pengembangan ekonomi. Ekonomi Kreatif adalah sebuah konsep yang menempatkan kreativitas dan pengetahuan sebagai aset utama dalam menggerakkan ekonomi. Konsep ini telah memicu ketertarikan berbagai negara untuk melakukan kajian seputar Ekonomi Kreatif dan menjadikan Ekonomi Kreatif model utama pengembangan ekonomi.

Istilah “Ekonomi Kreatif” mulai dikenal secara global sejak munculnya buku “The Creative Economy: How People Make Money from Ideas” (2001) oleh John Howkins. Howkins menyadari lahirnya gelombang ekonomi baru berbasis kreativitas setelah melihat pada tahun 1997 Amerika Serikat menghasilkan produk-produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) senilai 414 Miliar Dollar yang menjadikan HKI ekspor nomor 1 Amerika Serikat. Howkins dengan ringkas mendefinisikan Ekonomi Kreatif, yaitu:

“The creation of value as a result of idea”

Dalam sebuah wawancara oleh Donna Ghelfi dari World Intellectual Property Organization (WIPO) di tahun 2005, John Howkins secara sederhana menjelaskan Ekonomi Kreatif yang disarikan sebagai berikut:

“Kegiatan ekonomi dalam masyarakat yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menghasilkan ide, tidak hanya melakukan hal-hal yang rutin dan berulang. Karena bagi masyarakat ini, menghasilkan ide merupakan hal yang harus dilakukan untuk kemajuan.”
Studi Ekonomi Kreatif terbaru yang dilakukan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) pada tahun 2010 mendefinisikan Ekonomi Kreatif sebagai: “An evolving concept  based on creative assets potentially generating economic growth and development.”

Dengan penjabaran lebih lanjut sebagai berikut: Pertama, Mendorong peningkatan pendapatan, penciptaan pekerjaan, dan pendapatan ekspor sekaligus mempromosikan kepedulian sosial, keragaman budaya, dan pengembangan manusia. Kedua, Menyertakan aspek sosial, budaya, dan ekonomi dalam pengembangan teknologi, Hak Kekayaan Intelektual, dan pariwisata. Ketiga, Kumpulan aktivitas ekonomi berbasiskan pengetahuan dengan dimensi pengembangan dan keterhubungan lintas sektoral pada level ekonomi mikro dan makro secara keseluruhan. Keempat, Suatu pilihan strategi pengembangan yang  membutuhkan tindakan lintas kementerian dan kebijakan yang inovatif dan multidisiplin. Kelima, Di jantung Ekonomi Kreatif terdapat Industri Kreatif.

Mengutip dari nopidh.wordpress.com  Industri kreatif didefinisikan sebagai industri yang dihasilkan dari pemanfaatan kreatifitas, kemampuan dan bakat dari individu untuk menciptakan nilai tambah yang tinggi pada ekonomi, karyawan dan juga untuk kualitas hidup. Industri kreatif pasti sangat melekat dengan: kreatifitas adalah kapasitas atau kemampuan untuk menghasilkan/menciptakan sesuatu yang unik, menghasilkan ide baru/praktis sebagai solusi dari suatu masalah, atau melakukan sesuatu yang berbeda dari pakem (thinking outside the box). inovasi transformasi atau implementasi dari ide atau gagasan berdasarkan kreativitas dengan memanfaatkan penemuan-penemuan yang ada untuk menghasilkan produk atau proses yang lebih baik, bernilai tambah, dan bermanfaat. penemuan menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya dan diakui sebagai karya yang mempunyai fungsi yang unik atau belum pernah diketahui sebelumnya., tanpa ke tiga hal ini industri kreatif tak akan penah ada. Lalu hal apa saja yang penting dari ekonomi kreatif. Pertama kontribusi ekonomi dimana sektor kreatif industri ini sangat membantu meningkatan ekonomi itu sendiri. Kedua yaitu penciptaan nilai tambah yang mana dengan ke-kreatifan, ekonomi ini akan bertambah nilainya. Ketiga gambaran dan identitas nasional disini menyangkut ikon nasional, nilai lokal,warisan budaya atau kekuatan identitas dan karakter nasional. Keempat adalah pelestarian alam dan budaya, disini tanpa adanya budaya dan alam sekitar maka sebuah kreatifias tidak akan muncul. Dan yang terakhir efek sosial yang mana ternyata adanya industri kreatif sangat berpengaruh terhadap lingkungan sosial

Perlu kita ketahui pada tahun 2013 ekonomi kreatif kita berkontribusi 7,05% pada Gross Domestic Product dan itu sekitar Rp 641.815 M. Sudah sangat jelas potensi industri kreatif ini sangat membantu perekonomian negara. lalu bagaimana membuat industri kreatif ini tetap berjalan dan bahkan bisa berkontribusi lebih besar lagi terhadap perekonomian. Kita tahu bahwa industri kreatif adalah industri yang positif membantu banyak sektor. Dan disinilah peran aktif pemuda terhadap industri ekonomi kreatif tersebut. Mengapa harus pemuda? Karena pemuda, mereka masih muda dimana pemikiran atau ide mereka biasanya fresh baru inovatif karena kita disini berbicara tentanag kreatiftas yang mana sangat identik dengan kaum muda. Kreatif ya anak muda, anak muda ya kreatif. Dan disinilah tantangan untuk para pemuda mengembangkan industri kreatif ini. Membicarakan tetang kreatifitas, yang kita ketahui kebanyakan keratifitas menyangkut art atau musik tapi sebenarnya bukan hanya itu saja melainkan kreatifitas itu berdasarkan pengetahuan, ide dan inovasi. Membuat sebuah ide dan berbeda dari idustri industri yang lain contohnya. Itu juga sebuah kreatifitas.

Mengapa saya menekankan kembali pemudalah yang seharusnya membangun industri kreatif, ini dikarenakan pemikiran mereka yang masih fresh tapi tidak meutup kemungkinan yang tidak termasuk kaum muda pun bisa menghasilkan sebuah ke kreatifan yang menarik. Industri kreatif membutuhkan mereka yang tahan banting dan tak pantang menyerah sangat cocok untuk jiwa pemuda yang sedang mencari-cari passionnya. Banyak para pemuda indonesia yang berahasil disorot dunia mengenai kekreatifitasannya, salah satunya adalah Bayu Santoso, pemuda yang satu ini berkat ke kreatititasannya dia berhasil memenangkan kontes design untuk cover album band terkenal asal Amerika Maroon 5.

Lihatlah sebenarnya betapa berkualitasnya sumber daya manusia kaum muda Indonesia yang berbakat memiliki kreatifitas tinggi, ini baru salah satu contohnya masih banyak pemuda-pemuda yang mana mereka sudah terjun didunia industri kreatif ini, sekitar 6 juta pemuda sudah masuk kedalam industri kreatif ini, jumlah ini setengah pemuda indonesia saja belum. Jika dibayangkan bila pemuda Indonesia setengahnya atau ¾ terjun ke industri kreatif, membuat sebuah inovasi dengan ide-ide fresh mereka, bisa dibayangkan berapa banyak pengangguran yang terselamatkan, selain meningkatkan nilai ekonomi dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terdapat empat prinsip yang diperlukan dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia, sebagai berikut : Pertama, Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, Peningkatan literasi mengenai pola pikir desain (design thinking). Ketiga, Pelestarian seni dan budaya sebagai inspirasi. Keempat, Pengembangan dan pemanfaatan media sebagai saluran distribusi dan presentasi karya dan   konten kreatif.

Contoh Produk Kreatif Anak Muda Indonesia yang Mendunia antara lain,Keripik Maicih. Sebagian besar anak muda sudah mengenal produk yang satu ini. Maicih, keripik singkong super pedas yang berhasil merambah pasar anak muda. Tidak hanya sampai disitu, produk milik Reza Nurhilman ini sudah merambah kancah internasional. Pemasarannya pun ke berbagai negara, seperti Singapura, Malaysia dan negara Asia lainnya.

Kopi Luwak Lanang. Melihat perkembangan kopi yang potensial baik di Indonesia maupun di mancanegara membuat Putri membuat inovasi produk kopi luwak lanang. Cewek asal Malang ini bahkan telah menembus pasar Asia, seperti Taiwan. Bahkan, kopinya sudah bisa dinikmati masyarakat di daratan Eropa. Dengan kerja kerasnya, bisnis yang telah berdiri selama delapan tahun tersebut menghasilkan omzet hingga 4,5 miliar rupiah per-tahunnya.

Pisang Ijo “Justmine”. Produk unggulan pisang juga memiliki potensi untuk merambah kancah internasional. Jika biasanya pisang hanya di olah sebagai keripik, namun di tangan Rizka aneka olahan pisang ini sukses menarik minat masyarakat mancanegara. Berbagai macam olahan seperti, seperti kue pisang dengan berbagai macam warna, es pisang hijau, cake pisang dan kue kue yang terbuat dari pisang. Dalam sebulan Rizkabisa mengirimkan 3000 dus pisang keseluruh Indonesia, selain dalam negeri ia juga telah mengeksporkan pisang nya ke Malaysia dan Hongkong.

Tas Evrawood. Industri tas casual urban bermerk Evrawood yang ini sudah merambah pasar mancanegara seperti Belanda, Inggris, Italia, Jerman, Swedia serta Singapura, dan Malaysia. Dalam sebulan tas Evrawood ini di ekspor ke negara-begara tersebut melalui distributor. Pemasaran di Indonesia melalui situs jual beli online dan di kota-kota besar di Makassar, Jogjakarta, Banjarmasin dan Surabaya.(idn-times)