(bisnissurabaya.com) – Megaproyek 88Avenue direspon positif investor. Bahkan, untuk tower residence yakni apartemen sudah terjual 80 persen, dan tower SOHO sekitar 50 hingga 60 persen.

Di Surabaya, Waskita Karya Realty mengembangkan Megaproyek 88Avenue yang berlokasi di CBD Segi 8 Darmo Permai. 88Avenue merupakan proyek unggulan Waskita Karya Realty (WKR) yang berkonsep mix used. Terdiri dari 8 Tower dan dilengkapi dengan 28 fasilitas yang saling terintegrasi. 88Avenue dirancang khusus oleh Tange Associates, Arsitek legendaris dunia yang seluruh karya rancangannya mempunyai nilai investasi tinggi.

Managing Director 88Avenue, Kevin Sanjoto, mengatakan, sampai saat ini penjualan unit dari 2 tower yang sedang dalam tahap pembangunan, mendapat respon positif dari investor. Untuk tower Residence yakni apartemen sudah terjual 80 persen, dan tower SOHO sekitar 50 hingga 60 persen.

“Total luasan dari 8 tower 88Avenue 288.000 meter persegi, terbesar di Surabaya. 88Avenue mempunyai spek high end dengan harga middle low. Untuk 1 unit apartemen tipe 1 bedroom harganya mulai Rp 900 juta atau Rp 25 juta per meter persegi,” kata Kevin, kepada Bisnis Surabaya, disela Waskita Realty Expo, 18-28 November 2017, di Marketing Gallery 88Avenue.

Pameran ini menampilkan 12 proyek properti unggulan Waskita Karya Realty, yang ada di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Bali, Makassar dan Bandung. Megaproyek 88Avenue dijadwalkan selesai untuk 2 tower dengan topping off pada Agustus 2018 dan hand over awal 2019.

Sedangkan investor yang sudah membeli unit apartemen di 88Avenue, kata Kevin, dari seluruh Indonesia dimana 50 sampai 60 persen warga Surabaya. Sedangkan SOHO, relatif banyak dari Jepang, Korea dan Singapura, sisanya dari kawasan Indonesia Timur dan Jakarta.

Direktur Pengembangan Bisnis PT WKR, Ir Luki Theta Handayani, menambahkan,  untuk megaproyek 88Avenue ini, Waskita Karya Realty mempunyai saham 51 persen dalam KSO Waskita Darmo Permai. Untuk pembangunan 1 tower Office dan 1 tower SOHO, menelan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun.

Sedangkan total 8 tower, kata Luki, dianggarkan Rp 20 triliun dengan perkiraan penyelesaian 1 tower 1 tahun overlap minimal 10 tahun kedepan masih punya produk yang bisa dijual. “Kami optimistis selalu meraih kesuksesan dengan konsep yang berbeda dan lokasi yang strategis dan memiliki nilai investasi tinggi. Terlebih di dunia properti sebenarnya tidak ada persaingan karena masing-masing punya keunikan tersendiri,” ujarnya.

Menyikapi kondisi ekonomi yang sempat melemah, Luki, menegaskan, pengaruh hanya terjadi pada kecepatan penjualan unit dimana seharusnya bisa dilakukan 2 tahun, jadi ikut melambat sehingga bisa 3 tahun. Pihaknya harus pandai mengatur cash flow dari masing-masing proyek

Sebagai BUMN Properti, ungkap Luki, cukup banyak investor asing yang tertarik melakukan kerja sama. Namun Waskita Karya Realty masih menjajaki minat investor asing tersebut.

Menjelang akhir tahun ini, dari semua proyek WKR ditargetkan membukukan Rp 1,5 triliun untuk penjualan baru. Sampai September 2017 tercatat Rp 1 triliun, tanpa mengurangi target laba yang sudah dicanangkan di awal 2017.

“88Avenue kami harapkan kontribusinya sebesar 30 persen dari total proyek ini. Di Surabaya, kami juga punya proyek apartemen dengan segmen middle low hanya saja belum bisa disampaikan lokasinya,”tambah Luki.

Proyek-proyek properti unggulan yang dimiliki WKR inilah yang mampu memenuhi kebutuhan investor dengan beragam pilihan, sekaligus membuktikan secara nyata bagaimana kualitas proyeknya melalui Waskita Realty Expo. Ini juga kesempatan emas bagi Investor dan masyarakat Surabaya, bisa melihat langsung 12 proyek properti unggulan Waskita Karya Realty sekaligus mendapatkan informasi yang tepat cara berinvestasi properti di masa mendatang agar tidak salah perhitungan. (bw)