Jakarta, (bisnissurabaya.com) – Berbagai cara dilakukan pimpinan daerah dalam menanggulangi inflasi yang bergejolak. Di Jawa Tengah (Jateng), guna menanggulangi inflasi, digunakan teknologi melalui sistem informasi dan produksi komoditas, sihati, untuk memonitor harga komoditas sebagai satu cara untuk mengendalikan inflasi. Dalam pemaparan pada pelatihan wartawan Bank Indonesia 2017, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengakui, teknologi yang digunakan untuk sihati mampu membantu mengendalikan inflasi di Jateng. Sistem ini bekerja dengan memasukkan data atau harga komoditas secara online setiap hari. Sehingga bisa tetap termonitor lebih efektif. Dengan kondisi tersebut, Jateng mengklaim menjadi provinsi yang paling berhasil dalam mengurangi angka kemiskinan. Sebab, harga komoditas sangat berpengaruh terhadap kondisi masyarakat. Semakin tinggi harga komoditas, akan menggerus daya beli masyarakat, sehingga monitor harga komoditas perlu dilakukan.

Dengan sistem sihati yang baru diaplikasikan sejak 2016, Ganjar, meyakini inflasi bisa lebih terkendali. Bahkan, pihaknya telah menawarkan teknologi ini ke presiden dan Bank Indonesia serta sejumlah pimpinan daerah agar mau mengaplikasikan secara nasional. Harga komoditas atau data yang ingin dipantau bisa termonitor lebih detail. Sebab, sejatinya kondisi setiap daerah sama. Yang membedakan hanya jenis data yang diinput ke aplikasi. Sehingga menghasilkan output yang berbeda. Teknologi ini menunjukkan warna merah pada komoditas atau data yang perlu diintervensi secara khusus. Sejauh ini, Ganjar menyebut, Pemprov Aceh menyatakan ketertarikannya pada teknologi sihati.

Ganjar, menyebut, dengan teknologi ini, pihaknya mampu menekan anggaran belanja daerah lantaran beaya rapat dan konsumsi juga berkurang. Sebagai akibat penggunaan teknologi chat room untuk memediasi antarpimpinan terkait saat mengadakan rapat. (timothy/stv)