Probolinggo,(bisnissurabaya.com) – Masih banyak penyakit yang merupakan masalah kesehatan. Salah satu diantaranya ialah cacing perut yang ditularkan melalui tanah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melakukan rapat evaluasi pencapaian program kecacingan lintas sektor dan lintas program, Rabu (8/11).

“Cacingan ini dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktifitas penderitanya sehingga secara ekonomi banyak menyebabkan kerugian.  Karena menyebabkan kehilangan karbohidrat dan protein serta kehilangan darah,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono.

Menurut Shodiq, prevalensi cacingan di Indonesia pada umumnya masih sangat tinggi, terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu mempunyai resiko tinggi terjangkit penyakit ini.

“Penyakit cacingan tersebar luas baik di pedesaan maupun di perkotaan. Angka infeksi tinggi, tetapi intensitas infeksi (jumlah cacing dalam perut) berbeda. Sampai tahun 2013 survei pada anak Sekolah Dasar menunjukkan prevalensi cacingan antara 0-85,9  persen,”  jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Liliek Ekowati menyampaikan pada tahun 2017 pelaksanaan kegiatan pemberian obat cacing bagi balita dan anak sekolah di Kabupaten Probolinggo telah dilaksanakan. Yaitu  pada bulan Agustus  2017 sesuai dengan perencanaan dan pemberian serentak di seluruh Indonesia.

Liliek menegaskan rapat evaluasi ini bertujuan meningkatkan cakupan program pencegahan dan pengendalian kecacingan di Kabupaten Probolinggo. Sekaligus sosialisasi evaluasi pencapaian program kecacingan dan koordinasi pemberian obat cacing pada tahun berikutnya. (yus)