(bisnissurabaya.com) – Kebutuhan tenaga kepelabuhanan sangat dibutuhkan. Karena itu, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhan Barunawati (STIAMAK) Surabaya akan menyiapkan tenaga yang dibutuhkan perusahaan yang terkait dengan pelayaran seperti tenaga logistic. Mungkin, 2018 akan membuka program studi (prodi) logistik.

‘’Prodi logistic sangat diperlukan mahasiswa untuk memenuhi kekurangan tenaga,’’ kata Ketua STIAMAK Barunawati, Iwan Sabatini, kepada Bisnis Surabaya, usai wisuda sarjana baru di Graha Barunawati Surabaya Sabtu (28/10) lalu. Wisuda ke-14 yang digelar STIAMAK kali ini meluluskan 114 S1. Sebagian besar dari mereka sudah bekerja di berbagai perusahaan di lingkungan pelabuhan.

Iwan Sabatini, yang juga mantan Manager Humas Pelindo III ini mengatakan, hal ini dilakukan menyusul tingginya lonjakan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dibidang logistik kepelabuhanan belakangan ini. Pelaku usaha bidang kepelabuhanan sebetulnya sudah lama mengeluhkan keterbatasan SDM bidang ini.

Ia berharap, modernisasi pelabuhan yang terus mereka lakukan bisa diimbangi oleh ketersediaan SDM yang berkualitas disektor logistik,” katanya. Poros maritim yang sedang digencarkan pemerintah, membuat bisnis yang terkait kepelabuhanan semakin menggairahkan. Para lulusan STIAMAK yang sejak awal sudah berhubungan dengan pelabuhan dipastikan bisa langsung dipekerjakan tanpa perlu banyak pengenalan tambahan.

Kondisi inilah yang menjadikan para alumni STIAMAK lebih diminati pasar. Dari 76 lulusan STIAMAK tahun lalu, 26 di antaranya langsung diterima kerja di kepelabuhanan. Sedangkan selebihnya memang sudah kerja dan diterima kerja di bidang lain.

Pada bagian lain, Ketua DPC Indonesian National Shipowners Association (INSA) Surabaya, Steven H Lasawengen, mengakui kebutuhan SDM handal di bidang yang terkait kepelabuhanan sudah semakin mendesak pasca kebijakan poros maritim.

“Kami melihat SDM di bidang logistik yang paling dibutuhkan, ternyata malah sangat terbatas,” ujarnya. Berbekal realita itulah, INSA Surabaya merespon positif perguruan tinggi yang memiliki program studi khusus logistik. Apalagi Pelindo III sendiri juga sudah memposisikan diri sebagai pelabuhan modern yang tentunya harus dikelola oleh managamen dan SDM yang juga lebih modern. (bw)