Banyuwangi,(bisnissurabaya.com) – PETANI di lereng Gunung Ijen, Banyuwangi, memiliki komoditi baru. Pertama kalinya, mereka mengembangkan komoditi kentang. Bekas lahan perkebunan kopi itu disulap menjadi lahan kentang. Hasilnya menggiurkan. Pertanian kentang ini menggunakan sistem tumpangsari. Di dekatnya tanaman kopi yang masih kecil.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan ini merupakan pertama kalinya di Banyuwangi mengembangkan tanaman kentang. Tanaman kentang kata dia merupakan tanaman khas dataran tinggi, 700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasi areal penanaman kentang di Desa Tawonan, Desa Tamansari, Kecamatan Licin ini berada di ketinggian 900 mdpl. “Kami memilih kentang untuk dikembangkan petani, karena cocok dengan karakteristik tanahnya. Selain itu nilai ekonomisnya juga tinggi,” kata Arief usai panen perdana kentang, Jumat pekan lalu.

Luas lahan kentang yang dipanen petani mencapai 15 hektar. Setiap hektar menghasilkan sekitar 30 ton kentang. Sehingga, petani mampu memanen 450 ton kentang per masa tanam sekitar  90 hari. Harga kentang saat ini tembus Rp 6.200 per kilogram. ” Jika dikalkulasikan, setiap hektar  bisa menghasilkan Rp 246 juta,” kata Arief. Modal yang dibutuhkan per hektarnya sekitar Rp. 112 juta. Sehingg keuntungan petani cukup bagus.

Selaian tanaman sayuran, pihaknya bersama petani  akan mengembangkan berbagai jenis buah-buahan khas dataran tinggi. Seperti stroberi dan jeruk manis. Termasuk beberapa jenis bunga-bungaan. “Kami juga akan mengembangkan bibit kentang, karena lebih tinggi nilai ekonomisnya. Kami berharap kawasan ini juga akan ikut mendukung pariwisata untuk kawasan Ijen,” pungkas Arief.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan  Pemkab mengajak petani setempat untuk bisa memaksimalkan lahan hutan. Selama jeda waktu penanaman pohon kembali,  petani diajak menanam berbagai jenis sayuran. Sehingga, bisa mendapatkan tambahan penghasilan. Salah satunya adalah tanaman kentang.  Selain itu, Ijen yang menjadi destinasi favorit di Banyuwangi akan memiliki daya tarik tambahan dengan hadirnya lahan sayuran. Selain sayuran, rencananya pemkab akan mengembangkan taman bunga.

“Wisatawan yang turun Ijen, bisa menikmati suasanalahan sayuran di sana. Mereka bisa melihat lebih dekat beragam tanaman di sini. Setelah lihat sayuran, turun dikit mereka akan ketemu kebun kopi,” pungkas Anas. (udi)