(bisnissurabaya.com) – Pasar properti Indonesia terbesar di kawasan Asia Tenggara. Hal itu terlihat dari besarnya jumlah permintaan hunian di Indonesia masih jauh di atas kemampuan para pengembang dalam menyediakan pasokan. Apalagi ada kekhawatiran bahwa pasar properti Indonesia akan mengalami bubble.

Hal itu dikemukakan CEA dan Pendiri Crown Group, Iwan Sunito, kepada Bisnis Surabaya, pecan lalu.

“Memang sempat terjadi slowing down pasca Tax Amnesty. Namun, kalau kita perhatikan, saat ini sudah mulai merangkak naik. Apalagi pemerintah saat ini berusaha mendorong pertumbuhan sektor properti dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan yang akan semakin memudahkan masyarakat untuk memiliki hunian,” kata Iwan.

Dengan kebijakan hunian yang berorientasi kepada transportasi masal, kata dia, akan membuat pasar properti Indonesia, khususnya di Jakarta menjadi lebih berwarna dengan berbagai macam pilihan. Namun, yang perlu dicermati adalah, harga hunian yang ditawarkan harus berbanding lurus dengan tingkat pendapatan dan kemampuan daya beli Masyarakat agar tercipta keseimbangan yang sempurna.

Data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, saat ini backlog mencapai 13,5 juta unit. Sementara, kebutuhan rumah baru yang bersumber dari pertumbuhan penduduk dan urbanisasi setiap tahunnya mencapai sekitar 800.000 unit. ‘’Kondisi backlog ini juga dialami Australia, khususnya Sydney, dimana jumlah pasokan tidak bisa mengimbangi jumlah permintaan,” ujarnya.

Bahkan, menurut Iwan, backlog yang dialami Indonesia jauh lebih tinggi dari yang dihadapi Australia, yang sekitar 50.000 hunian per tahunnya. Yang perlu diingat adalah, harga yang ditawarkan kepada konsumen di Australia sesuai dengan daya beli masyarakatnya. Sehingga keseimbangan terjadi, yang akhirnya membuat pasar Australia menjadi salah satu yang terbaik untuk investasi properti di kawasan Asia.

“Selama titik keseimbangan itu tercipta, saya yakin pasar properti di Indonesia dapat menjadi salah satu yang terkuat di kawasan Asia dalam beberapa tahun mendatang,” tutup Iwan Sunito. (bw)