Ngawi,(bisnissurabaya.com) – Di Ngawi banyak areal wisata yang sangat indah dan pantas dikunjungi untuk mengetahui sejarah atau menikmati alam yang ada. Oleh karena itu, dpelatihan pemandu wisata (pramuwisata) perlu digalakkan.

.Demikian disampaikan Kepala Dinas  Disparpora Ngawi  Drs.Yulianto Kusprasetyo saat  melaksanakan program pelatihan pemandu wisata di kabupaten Ngawi, 11-12 Okt 2017.  Peserta  peserta pelatihan ini para pokdarwis se-kab.Ngawi.

Hal ini mempertimbangkan bahwa di Kab. Ngawi banyak areal wisata yang sangat indah dan pantas dikunjungi untuk mengetahui sejarah atau menikmati alam yang ada. Oleh karena itu, diselenggarakan pelatihan pemandu wisata (pramuwisata), ekowisata yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pramuwisata bagaimana melakukan memandu dan mendampingi tamu dengan konsep-konsep berbasis lingkungan.

Materi yang disampaikan meliputi bekerja sebagai Kepemanduan Ekowisata, Mengkoordinasikan dan mengoperasikan Perjalanan Ekowisata. Juga  menyiapkan dan menyajikan informasi ekowisata dan merencanakan serta  menerapkan kegiatan yang berdampak negative rendah terhadap lingkungan dan sosial budaya.

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan ekowisata saat ini menjadi salah satu merupakan sumber pendapatan untuk pengelolaan jangka panjang dan merawat lebih dari 33.000 kawasan lindung di seluruh dunia. Ini bukan hanya tentang mengajak turis datang ke lokasi atau destinasi namun terdapat 700 an juta wisatawan di dunia setiap tahunnya yang menghasilkan sekitar $ 2.4 milliar dollar sehari.

Oleh karena itu perlu dipastikan bahwa pengunjung melakukan perjalanan yang bertanggung jawab. Membantu melindungi satwa liar yang mereka kunjungi dan memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.

Konsep ekowisata tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi kepada masyarakat lokal saja, namun mendukung konservasi dan mengurangi dampak dari aktivitas wisata. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi pariwisata ini, dapat berwujud pada partisipasi aktif sebagai pemandu wisata atau pramuwisata. Sedikit berbeda dengan pramuwisata umum, pramuwisata ekowisata diharapkan tidak hanya berorientasi terhadap kepentingan wisatawan saja, namun diharapkan dapat juga berorientasi kepada kepentingan lingkungan.

Pemandu wisata sebagai information agent cukup berat dan perlu mendapatkan perhatian khusus. Globalisasi menuntut setiap tenaga kerja di sektor industri pariwisata memiliki sertifikat kompetensi yang pengakuannya mengacu ke Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Bertolak dari hal tersebut di atas maka telah disusun materi pelatihan yang berdurasi 2 hari. Materi menekankan  pada pengetahuan dan keterampilan mengembangkan kualitas SDM pramuwisata melalui pelatihan dan uji kompetensi. (eko)