Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Pasar sepeda motor, khususnya di segmen sport semakin kompetitif. Masyarakat semakin diberikan banyak pilihan untuk memboyong produk baru, dengan beragam keunggulan. Dari data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), sepanjang tahun lalu sepeda motor domestik terjual 5.931.285 unit. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan total penjualan 2015 yang terjual sebanyak 6.480.155 unit.

Alih-alih semakin kompetitifnya motor sport, kini karya anak bangsa motor listrik pun saat ini mulai diperhitungkan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersama produsen kendaraan bermotor PT Garasindo sudah menyiapkan sepeda motor listrik yang mulai di pasarkan untuk masyarakat pada 2018.

Apalagi, komitmen memproduksi motor bebas emisi gas buang ini juga salah satu program pemerintah menyoal kendaraan ramah lingkungan. “ITS sendiri sudah tuntas dalam melakukan risetnya. Karena itu hasil riset berupa prototipe motor sudah diserahkan menristekdikti,” kata Ketua Laboratorium Mobil Listrik Nasional ITS, Nur Yuniarto. Sepeda motor listrik yang diberi nama “Gesits” atau Garansindo Electrical Scuter ITS itu merupakan salah satu dari rangkaian kunjungan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) ke ITS terkait program hilirisasi hasil riset yang dilakukan ITS.

Ia menambahkan ITS sebagai lembaga pendidikan dan riset memang tidak sampai pada posisi untuk memproduksi secara massal. Tentang sepeda motor listrik “Gesits” itu, Nur Yuniarto menambahkan sepeda motor listrik yang dikembangkannya disiapkan untuk bersaing dengan sepeda motor matik yang mengkonsumsi bahan bakar minyak, sehingga kecepatannya pun bisa mencapai 100 km per jam.

“Perbedaan paling mendasar dari Gesits dengan motor matik yang ada saat ini, yakni Gesits tidak memiliki knalpot dan suaranya halus. Yang jelas, motor listrik buatan negara lain itu hanya evolusi genjotan. Yakni, gerakan menggenjot yang bergeser menjadi energi listrik, tapi kami benar-benar dengan baterai,” ujarnya.
ITS juga sudah menjalin kerja sama dengan PT Emi Jakarta untuk mengembangkan “charge station” yang dapat dimanfaatkan untuk mobil listrik dan sepeda motor listrik.

“Kalau pengembangan motor listrik bekerja sama dengan PT Garasindo, maka pengembangan mobil listrik dengan PT Kharisma. Untuk controller, kami bekerja sama dengan PT Induktor Serpong,” tandas Nur Yulianto ini.
Seperti diketahui, sepeda motor listrik yang memiliki desain menyerupai sepeda motor skuter itu berdimensi 1.904 x 687 x 1.086 mm (PxLxT). Roda yang digunakan yaitu 14 inchi dan dilengkapi oleh rem cakram depan belakang.

Skuter, Gesits mengaplikasi motor elektrik berdaya 5kW dengan torsi mencapai 15Nm pada 3.000 rpm. Untuk menggerakkan motor elektriknya Gesits dibekali baterai Lithium-ion dengan sistem manajemen baterai yang seluruhnya merupakan produk dalam negeri. Hanya dibutuhkan waktu maksimal 3 jam untuk mengisi ulang energi pada baterai Gesits. Dalam kondisi baterai terisi daya penuh Gesits mampu menempuh jarak 80-100 Km dengan kecepatan maksimum mencapai 100 Km/jam.

Sementara, Direktur Utama PT WIKA Industri dan Konstruksi Fery Hendriyanto, Kerjasama industrialisasi sepeda motor listrik Gesits merupakan bentuk sumbangsih nyata dari PT WIKA sebagai perusahaan yang berdedikasi penuh untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa.

PT WIKA, lanjut Ferry, telah menyiapkan fasilitas dan peralatan industri untuk mendukung proses produksi GESITS yang sempurna sesuai yang telah diciptakan para pelajar Indonesia di dalam negeri. Sepeda motor listrik Gesits sepenuhnya diciptakan dan dikembangkan kelompok mahasiswa dan mahasiswi ITS di kampus mereka di Surabaya, tentunya dengan didampingi Garansindo Group yang pengalaman sangat baik di bidang otomotif.

Diharapkan, produk inovasi tinggi ini bahkan dibangun melalui riset mendalam dengan mempertimbangkan manfaatnya sebagai alat mobilitas yang andal, selaras dengan kebutuhan dan perkembangan global, termasuk di antaranya hemat energi serta ramah lingkungan bagi masyarakat luas.

Dukungan dari Kemenristekdikti, proyek purwarupa Gesits bahkan telah sukses menjalani uji jalan dan performa ekstrim dari Jakarta hingga Bali.

Selain itu proyek pengembangan Gesits juga melibatkan industri kecil dan menengah (IKM) dalam pembuatan komponen-komponen utama melalui program start-up, seperti motor listrik, sistem manajemen baterai (battery management system, BMS) dan paket baterai, pengontrol, sasis, serta bodi. “Kita bersinergi untuk membangun kopetensi dan daya saing kita dalam industri kendaraan berbasis listrik yang andal,” pungkas Ferry.(ton)