Banyuwangi,(bisnissurabaya.com) – KENTANG spiral, camilan satu ini terbilang unik. Dibuat dari bahan kentang, berbentuk spiral, digoreng kemudian diberikan aneka rasa. Usaha ini ditawarkan Totok. Menariknya, dalam berjualan kentang spiral, pria asal Genteng ini mengusung konsep food truck. Tiap hari warung keliling ini mangkal di Jalan. KH Wahid Hasyim, sebelum RTH Maroon, Genteng.

Menurut Totok, usaha kentang spiral ini sudah ditekuni sejak 3 tahun belakangan. Baru tiga bulan pindah ke konsep food truck. “Selain menjadi daya tarik, dengan konsep food truck ini lebih praktis,” ucap anggota Food Truck Genteng Society ini.

Totok mengaku mengawali usaha bermodal Rp 10 juta, tiga tahun silam. Sebelumnya, dia sewa sebuah tempat sebagai tempat berjualan. Tiga bulan belakangan dia melirik konsep food truck. Dengan menambah kocek Rp 10 juta, dia membeli sebuah mobil bekas. Lalu, dia sulap menjadi gerai.

Menurutnya konsep food truck ini memiliki banyak keuntungan. Selain bisa menjadi daya tarik, juga bisa berpindah-pindah, bisa lebih hemat biaya. Karena tak perlu sewa tempat. Serta, lebih praktis. Pelanggan pun makin banyak yang penasaran dan datang mencoba.

Totok sengaja mangkal di dekat kawasan RTH Maron, karena merupakan kawasan tongkrongan anak-anak muda. Tiap hari, dia buka mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Kentang spiral, kata Totok merupakan camilan khas luar negeri. Kini makin populer di Indonesia. Dibuat dari bahan kentang segar. Sebelum digoreng, kentang dicuci bersih tanpa menghilangkan kulitnya.

Menurut Totok,  pada kulit kentang ini diyakini memiliki kandungan gizi. Sehingga sengaja tak dibuang. Setelah bersih, kentang dimasukkan pada alat khusus, bisa berbentuk spiral.  Kemudian digoreng. Setelah itu diberikan aneka rasa. Tersedia dua rasa, manis dan pedas. Teksturnya krispi seperti keripik. Banyak pelanggan ketagihan setelah mencobanya.

Selain kentang spiral, kini Totok menawarkan variasi baru. Yakni kentang torpedo. Seperti namanya, kentang torpedo ini menawarkan rasa lebih dahsyat. Yakni dengan tambahan sosis. Jika kentang spiral dihargai Rp 5.000 per tusuk, kentang torpedo ini cukup Rp 10.000 per tusuk.

Menurutnya hasil usaha ini cukup lumayan. Per hari rata-rata bisa menghabiskan 2 kilogram bahan kentang. “Pas ada even kian banyak, bisa tembus 5 – 10 kilogram per hari,” ucapnya kepada Bisnis Banyuwangi. Saat ini harga kentang masih di kisaran Rp 14.000 – Rp 15.000 per kilogram. Per kilogram kentang bisa menjadi 8 – 10 tusuk kentang spiral. Totok sengaja memilih jenis kentang yang berukuran, tanpa ada luka. Kualitas kentang sangat berpengaruh pada penampilan camilan ini. Camilan kentang ini selain disukai,  harganya  tak membuat kantong bolong. Bahkan, membuat perut kenyang. Camilan ini dibuat jika ada pelanggan yang datang. Sehingga pelanggan benar-benar menikmati camilan yang fresh, masih hangat. (tin)