Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Berbagai macam produk unggulan serta kesenian daerah Kabupaten Tulungagung Jawa Timur (Jatim), tampil di UPT Taman Budaya Jatim Cak Durassim Surabaya, Jumat (6/10) lalu. Pagelaran bertajuk “Gumebyar Lawadan Mulyo Tinoto” itu menyuguhkan Reog Kendang dan Jaranan Sentherewe, yang dikenal sebagai kesenian khas kota marmer ini.

Reog Kendang menceritakan sejarah zaman kerajaan Dhaha Kediri, ketika seorang pangeran melamar Dewi Kilisuci dengan membawa arak – arakan lengkap. Berupa enam kendang kulit kerbau yang disebut dhodok atau gembluk, gong, kenong, dan baju khas kebesaran. Musik dimainkan sekaligus oleh penarinya.

Sedangkan Jaranan Sentherewe menggambarkan prajurit yang tengah menjalani pendadaran atau uji ilmu di tengah hutan lebat sembari menghadapi berbagai rintangan. Selain menikmati kesenian daerah, pengunjung bisa membeli oleh – oleh otentik di stand bazaar produk unggulan, seperti aneka rajut serta dekorasi rumah, batik barong, batik gung, batik centing, batik asih, warung kopi cethe, centheng sakti, lodho ayam, susu Dinasty, kuliner punten, pecel, cenil, kue sagon, enting – enting kacang, jenang grendul, dan krupuk rambak.

Sejak dibukanya jalur lintas selatan, Tulungagung mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan, melalui optimalisasi potensi wisata maupun budaya yang ada. “Pembangunan infrastruktur dan pasar – pasar tradisional memberikan dampak luar biasa bagi kota ini. Dengan adanya jalur lintas selatan yang sudah mulai dibangun oleh pemerintah provinsi maupun pusat, tentunya tumbuh ekonomi baru,” kata Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, saat dijumpai di sela – sela acara.

Terlebih Tulungagung memiliki kekayaan potensi wisata meliputi pantai – pantai indah, seperti Pantai Popoh dan Pantai Gemak, wisata buatan Waduk Wonorejo yang mengalirkan air bersih menuju Surabaya, cagar budaya peninggalan kerajaan Majapahit, serta masih banyak lagi lokasi memukau lainnya.

“Kami berharap mudah – mudahan promosi yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jatim ini mampu membawa Tulungagung bisa dikenal baik di regional maupun nasional,” tutur orang nomor satu di Kabupaten Tulungagung tersebut.

Sementara itu, Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi yang diwakili oleh Suprianto, selaku Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jatim menyatakan, bahwa gelar seni budaya daerah dilaksanakan untuk memperkuat ekonomi daerah. Atraksi budaya atau kesenian yang sesungguhnya diharapkan memiliki multi player effect. Selain mendapat hiburan juga nilai tambah dari segi ekonomi.

“Tidak salah jika walikota atau bupati menggerakkan event daerahnya. Tulungagung memiliki wisata yang menarik, baik alam maupun budayanya,” tutup Suprianto. (lely yuana)