Soal Perkawinan, Patuhi UU No 1/1974

139

(bisnissurabaya.com) – Akhir-akhir ini, ramai diperbincangkan masayarakat tentang situs, nikahsirri.com. Sebenarnya secara syar’i nikah sirri hukumnya sah jika diniatkan dengan benar. Asal yang dinikahkan sudah cukup umur dan tidak dibawah umur.

Demikian disampaikan Dr H Sunarno Edy Wibowo, SH, MHum., Advokad Senior saat dialog “Hukum Dimata Bowo” di Surabaya TV, Jumat (29/9) pukul 20.00 WIB. Pernikahan jenis ini, menurut cak Bowo, panggilan akrabnya, tak memiliki landasan hukum atau pengakuan negara. Sehingga rentan terjadi sengketa tak berkesudahan.

Pernikahan secara sirri tidak memiliki kekuatan hukum. Dengan tak adanya kekuatan hukum, baik istri maupun anak berpotensi menderita kerugian akibat pernikahan tersebut. “Sebenarnya soal perkawinan sudah diatur pemerintah dengan UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan,” tandas Cak Bowo. Pihaknya menyarankan agar pasangan mematuhi perundangan ini. Disini disebutkan untuk suatu perkawinan harus ada wali, mahar, petugas dari KUA (Kantor Urusan Agama), saksi.

Ia menjelaskan, dalam situs nikahsirri.com tersirat  penawaran  jasa yang tak sesuai dengan tujuan esensial pernikahan itu sendiri. Situs ini diyakini sebagai prostitusi terselubung yang berkedok pernikahan. Apalagi, konon situs ini juga mengadakan lelang keperawanan.

Kemudian ada semacam bisnis disitu, eksploitasi perempuan, nah itu sudah lain. “Itu menurut saya, zina terselubung. Jadi, sudah melenceng dari tujuan esensial nikah itu sendiri,” tandasnya.Karena dianggap meresahkan publik, pihaknya mengapresiasi pada pemerintah yang telah menutup situs ini.

Situs ini akhirnya diblokir oleh Kemenkominfo pada Sabtu , 23 September 2017 . Demikian juga pemilik dan pengelola situs tersebut telah di tangkap aparat kepolisian dan ditetapkan sebagai tersangka dan dianggap telah melanggar UU ITE. (Informasi dan Transaksi Elektronik). “Seberannya dengan adanya situs itu bagus untuk mengurangi jumlah pejomblo,” ujar Cak Bowo berkelakar. Namun karena tujuannya sudah melenceng ia tidak respek lagi. (sam)