Ngawi,(bisnissurabaya.com) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dibawah Kadin Kabul Tungul Winarno,S.IP memfasilitasi peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM).  Berbagai bidang pembangunan diarahkan pada penguatan persatuan dan kesatuan masyarakat dalam membangun.

Puncak peringatan BBGRM XIV dan HKG PKK ke-45 dilaksanakan  di lapangan desa Dumplengan Kec. Pitu pada 18 September 2017 tema Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat, Kita Tingkatkan Peran Lembaga Kemasyarakatan Menuju Mayarakat Mandiri dan Sejahtera.  Hadir pada puncak acara ini Sekda Drs.Mokh Sodiq Triwidiyanto,M.Si sekaligus membuka acara , juga hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Kepala Dinas dan Kantor se-kab.Ngawi, Camat dan Kepala desa se-kab.Ngawi, serta masyarakat setempat.

Sekda menyampaikan diselenggarakan Puncak Peringatan BBGRM  adalah untuk melestarikan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia yaitu gotong royong. Pada acara ini diberikan penghargaan kepada 13 Ibu PKK Kabupaten Ngawi dari Provinsi Jawa Timur, dan Pemkab Ngawi memberikan penghargaan/bantuan kepada 6 warga yang berprestasi.

Kadin Kabul menambahkan  semangat kegotongroyongan dan keswadayaan pada tatanan kehidupan masyarakat Desa / Kelurahan telah mengakar dan berkembang. Pemahaman terhadap artikulasi gotong royong sebagai pemaknaan untuk melakukan pekerjaan secara bekerjasama atau tolong menolong, bantu membantu dalam kehidupan di masyarakat. Kebiasaan mulia dalam kehidupan masyarakat tesebut antara saling mendukung dan saling membantu sesamanya dengan diwujudkan kegiatan gotong royong dalam pembangunan sarana ibadah, memperbaiki rumah tinggal, prasarana umum, irigasi, dan sistem keamanan lingkungan, bahkan melakukan kegiatan pamswakarsa.

Sementara itu Kades Dumplengan Sri Wahyuni menyampaikan untuk meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat yang berlandaskan pada semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan perlu dilestarikan. Hal ini  karena memiliki manfaat dalam peningkatan kesejahteraan masarakat disegala bidang pembangunan.

Gotong royong merupakan ciri khas  budaya pedesaan yaitu rasa kebersamaan, jiwa korsal, tegur sapa, serta saling tolong menolong. Dan peringatan ini tampak berlangsung meriah dan khidmat.(eko)