(bisnissurabaya.com) – Miris. Ganasnya peredaran narkoba santer dan bukan barang baru di kalangan kaum kelas. Beberapa kasus seringkali ditemukan pada lingkaran apartemen, mulai dari pengguna hingga pengedar. Developer PP Property berinisiatif membangun sebuah proyek apartemen bebas narkoba menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN).

Membidik area seputar kampus-kampus besar Surabaya dan Malang, poin tersebut memang ditujukan untuk kalangan mahasiswa, termasuk menjawab kerisauan para orang tua yang ingin putra-putrinya jauh dari pengaruh buruk peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

“Kita bekerjasama dengan BNN membuat program untuk mensosialisasikan tentang bahaya narkoba, selain upaya pencegahan,” kata Vice President Realty PP Property, Rudi Harsono. Sebagai pelopor apartemen bebas narkoba pertama kali di Indonesia, Rudi, mencatat animo masyarakat sangat baik dengan kehadiran konsep ini. Terlebih harga cukup bersahabat dikisaran Rp 300 juta type studio.

Sampai detik ini, PP Property mampu menjual 580 unit dari total 700 unit saat opening di Jakarta. “Waktu di Depok juga begitu, saat kita berhasil kerjasama dengan BNN akhirnya developer lain juga ikut,” imbuh Rudi. Tak merasa tersaingi, ia justru mengaku senang dengan banyaknya developer pengekor konsep “safety” ini. “Artinya semakin banyak yang memberikan kontribusi terhadap bahaya narkoba,” jelasnya.

Untuk Kawasan Surabaya, PP Property memiliki Grand Dharmahusada Lagoon (GDL) dan Wiyung Western View yang diprediksi terealisasi pada 2019 mendatang. Dengan menggelontorkan nilai investasi Rp 200 miliar – Rp 300 miliar, kedua apartemen ini akan dirancang di bawah program serta sistem pengamanan khusus.

“Tentunya akan disesuaikan dengan metode yang sudah ada di BNN,” terang Rudi. Upaya tersebut sejalan dengan visi ‘zero narkoba’ BNN. Mulai dari tes urine secara berkala, berikut upaya pemberantasan narkoba di apartemen. Sehingga tercipta suasana kondusif, penghuni bebas dari narkoba. Tidak ada penggunaan, penyalahgunaan, maupun peredaran. (lely)