(bisnissurabaya.com) – Pemkot Surabaya berupaya mengandalkan aneka pajak sebagai sumber utama pendapatan asli daerah (PAD). Di sektor tempat rekreasi hiburan umum (RHU) misalnya, berpotensi menyumbang sebesar Rp 60 miliar pertahunnya, dari hasil PAD pajak keseluruhanya Rp 3 triliun itu.

Sehingga pemkot melalui Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Kota Surabaya menegaskan tidak ada rencana untuk menurunkan besaran pajak untuk tempat RHU. Pasalnya, pajak dari RHU selama ini termasuk menjadi penyumbang signifikan bagi besaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya. Karenanya, tidak berasalan bila kemudian pajak dari sektor tersebut diturunkan.

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan dan Keuangan Kota Surabaya, Yusron Sumartono mengatakan tidak ada kebijakan penurunan tarif (pajak RHU) seperti yang selama ini diberitakan. Untuk pajak hiburan, setelah dibahas di Pansus Raperda pajak daerah, telah sepakat dikembalikan ke tarif sesuai Perda IV.

Yusron mencontohkan, untuk pajak bioskop sebesar 10 persen, lalu untuk tempat hiburan malam seperti tempat karaoke dewasa, klub malam, panti pijat maupun diskotek, besaran pajaknya masih tetap 50 persen. Menurutnya, dari awal Pemkot tidak mengusulkan apa-apa (penurunan besaran pajak RHU). “Kami hanya mengakomodir ada Raperda pajak online, ada kajian akademis. Kalau untuk yang membahas RHU tetap, sudah clear. Sekarang (draft Raperda pajak daerah) masih dalam pembahasan di Pansus. Dan dalam prakteknya, sekarang ini masih berlaku Perda Nomor 4 itu,” terang Yusron ini.

Selama ini, sambung Yusron, potensi dari pajak daerah untuk RHU nilainya cukup besar. Khusus untuk pajak hiburan, dia menyebut besarannya sekitar Rp 60 miliar pertahun. “Kalau ada penurunan tarif kan potensi nya jadi berkurang, sementara kami sedang menggali PAD. Kalau pajak hiburan menyumbang PAD sekitar 60 miliar per tahun. Kalau PAD dari pajak sekitar Rp 3 triliun,” sambung Yusron.

Yusron saat didampingi Kepala Bagian Hukum Pemkot Surabaya, Ira Tursilowati dan Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser. “Pemkot tidak pernah mengusulkan penurunan target pajak RHU,” ujarnya.(ton)

BAGIKAN
Berita sebelumyaNeraca Air
Berita berikutnyaPanahan itu Pengendalian Emosi