Lamongan,(bisnissurabaya.com) – Produksi tebu di Lamongan yang selama ini hanya mencapai rata-rata 62,2 ton per hektar diharap bisa menjadi 100 ton. Salah satu upaya dengan memilih bibit varietas unggul.

Demikian harapan Fadeli Bupati Lamongan saat menghadiri panen raya tebu  kemitraan musim giling Pabrik Gula Kebun Tebu Mas (KTM) di Desa Sumbersari Kecamatan Sambeng, Rabu (12/7).

“Kita jangan hanya puas dengan produksi tebu 62,2 ton per hektar.  Peningkatan produksi tersebut salah satunya dapat dilakukan melalui penggunaan bibit dengan varietas yang unggul,”  harap Bupati Fadeli

Tak hanya melakukan panen raya tebu, Bupati Fadeli yang didampingi  Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda juga melakukan peninjauan langsung timbangan, core sampling dan tipper (penggilingan) tebu.

Bupati Fadeli melihat langsung proses core sampling untuk melihat kadar dan kualitas tebu yang di bawa petani ke  PG KTM dilanjutkan dengan melihat proses penggilingan tebu.

Bupati Fadeli berharap PG KTM yang merupakan perusahaan besar ini dapat memberikan manfaat yang besar pula bagi Kabupaten Lamongan.

Sementara itu Direktur Operasional PG KTM Agus Susanto menyampaikan  baru tahun ini PG KTM melakukan giling tebu pertama.

“Baru tahun 2017 ini PG KTM melakukan giling tebu perdana, sebelumnya masih dilakukan uji coba.  Pabrik ini memiliki kapasitas 12.000 tcd (ton cane per day). Kami sangat menyambut baik harapan Bupati Fadeli untuk meningkatkan produksi tebu mencapai 100 ton per hektar dan kami akan membantu para petani tebu di Kabupaten Lamongan,” Jelas Agus Susanto.

Agus Susanto juga menjelaskan bahwa PG KTM ini menerima setoran tebu dari daerah Tuban, Bojonegoro dan Lamongan. “PG KTM menerima tebu dari Kabupaten Tuban, Bojonegoro dan Lamongan. Namun kita tetap mengutamakan petani tebu lokal yang berasal dari Kabupaten Lamongan,” jelas Agus Susanto.

Pada tahun 2016 panen tebu di Lamongan mencapai 4.952 hektar dengan total produksi 308.145 ton. Jumlah petani tebu sebanyak 7.428 dengan rendemen masih di angka 6,5 persen. (sam)