Malang,(bisnissurabaya.com) – Sangat tenang dan sejuk suasana Pondok Pesantren Wirausaha Darul Muttaqin, karena bangunan Ponpes ini berada di tengah sawah di Desa Pendem, Kota Batu. Ponpes ini sudah berdiri sejak tahun 2008 tetapi baru menerima santri di tahun 2012. Santri yang bisa belajar di Ponpes ini hanya santri laki-laki saja. Dan saat ini hanya ada 15 santri saja.

Karena keterbatasan tempat, maka hanya cukup menampung 15 santri saja. Dulunya ponpes ini adalah sebuah kandang.  Yaitu  kandang sapi, kambing, dan kolam ikan. Sehingga banyak masyarakat yang mengenal kalau Ponpes tersebut ialah kandang sapi.

Wakil Direktur Ponpes Darul Muttaqin, Redi Bintarto mengatakan lahan kandang ini kemudian diwaqafkan untuk dijadikan Ponpes. “Tahun 2008-an mulai dibangun sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya jadi Ponpes ini. Saat itu belum ada pagar, tetapi lengkap ada tempat pupuknya, karena dulu memang bekas kandang ternak,”  jelas  Redi.

Ponpes ini selain mengajarkan ilmu agama, juga mengajarkan cara  menjadi mandiri dengan berwirausaha. Redi mengatakan awalnya menanam tanaman obat, dan bisa menghasilkan produksi jahe merah. Tetapi saat ini, yang lebih diutamakan ialah peternak kelinci.

 “Kami sudah mengajukan bantuan ke Pemkot Batu. Nah dari Pemkot Batu ditembuskan ke provinsi. Dan kami langsung dapat bibit kelinci pedaging,” imbuhnya. Dari kelinci inilah yang akan dikembangkan oleh santri di Ponpes tersebut. Tidak hanya santri, Ponpes ini juga mengajak masyarakat sekitar untuk ikut dalam mengembangakan kewirausahaan.

Di halaman ponpes  ditanami beberapa tanaman obat, seperti jahe, tanaman obat keluarga (toga), dan masih banyak lagi. Di halaman belakang juga ada kandang kelinci, dan kolam ikan yang dijadikan kewirausahaan.

Pihaknya berharap, santri di ponpes ini ketika lulus, bisa mandiri mengembangkan usaha. Terlebih bisa digandeng untuk membuka usaha dan menjadi bagian dari UMKM Kota Batu.
“Tidak harus dibidang pertanian, peternakan. Di sini santri bisa belajar tentang  cara berwirausaha. Ketika lepas dari sini, bisa langsung mengaplikasikannya. Ada yang sudah lulus lalu jadi pengusaha tahu,” paparnya.

Salah satu santri Ponpes Darul Muttaqin, Badrus Sholeh, mengatakan ia memilih menjadi santri di sini karena ia bisa mendapatkan banyak ilmu sekaligus. Mulai dari berwirausaha, ilmu agama, ilmu pertanian. Menurutnya, memang susah ketika pertama belajar berwirausaha. “Di sini saya bisa belajar bagaimana menanam tanaman herbal. Ya awalnya memang sulit, tetapi kan dibimbing,” papar Badrus.

Badrus  yang sudah belajar di Ponpes ini selama 2 tahun ingin membuka usaha ternak kelinci dan usaha obat-obatan. “Karena kalau kelinci pasti permintaan tidak akan ada habisnya. Bismillah, pelan-pelan sambil belajar di sini sama mencari reverensi dari pengusaha kelinci di Kota Batu,” pungkas santri asal Sumenep  Madura ini.
Untuk kedepannya diharapkan Ponpes ini bisa diperluas lagi supaya bisa menampung santri lebih banyak.  Serta ruang untuk usaha mandiri dari santri-santri yang telah selesai menimba ilmu di ponpes ini. (yuli)