Banyuwangi,(bisnissurabaya.com) – LEBARAN sudah usai. Namun, gerakan sembako murah yang digelar Bulog Banyuwangi tetap berlanjut. Gerakan stabilisasi pangan (GSP) ini diperpanjang hingga 30 hari pasca-Lebaran. Tujuannya, mengantisipasi minimnya stok pangan setelah hari raya.

Kepala Sub Divre 9 Bulog Banyuwangi Raden Gunadharma mengatakan perpanjangan GSP ini hanya berlaku di Banyuwangi. Alasannya, stok sembako, khususnya beras cukup melimpah di kabupaten ini. ” Ini spesial untuk Banyuwangi. Setelah Lebaran, GSP tetap kita lanjutkan hingga 30 hari. Sehingga, pasokan sembako benar-benar aman,” katanya, belum lama ini.

Pejabat ini menambahkan pihaknya memiliki stok ribuan ton beras kelas medium. Stok ini yang digelontorkan dalam gerakan sembako murah. Menurut pria yang biasa dipanggil Awang ini, gerakan sembako murah tetap dibutuhkan pasca-Lebaran. Alasannya, tak menutup kemungkinan stok sembako menipis setelah diburu warga selama Lebaran. ” Jadi, kita antisipasi stok sembako yang habis setelah Lebaran. Jika pasar lengah, bisa jadi stok menipis,” jelasnya.

Stok sembako murah ini dijamin cukup hingga 31 Juli mendatang. Awang menambahkan gerakan sembako murah ini sudah disepakati bersama Pemkab Banyuwangi. Setelah itu, pihaknya akan menganalisa kebutuhan sembako dan stoknya setelah Lebaran. ” Kalau jumlah tonya relatif, kita mengabdi kepada kebutuhan,” jelasnya lagi.

Ditambahkan, hingga Juni lalu, penyerapan beras ke Bulog Banyuwangi sudah mencapai 71 persen, sekitar 47.000 ton. Target penyerapan tahun ini sebanyak 67.050 ton. Selama ini, penyerapan beras banyak dibantu jajaran TNI dari Kodim 0825/Banyuwangi. Karena itu, meski sembako murah tetap diperpanjang, pihaknya menjamin tak menganggu pasokan beras di gudang Bulog.

Selain itu, pihaknya terus mensosialisasikan agen pangan Bulog lewat Rumah Pangan Kita (RPK). Lewat agen ini, masyarakat bisa menjadi penyalur kupon sembako yang akan digelontorkan ke warga miskin. Mulai beras, minyak goreng, tepung, bawang merah dan bawang putih. “Bagi yang tertarik menjadi RPK bisa mendaftar ke Bulog,” pungkas Awang. (udi)