ilustrasi/ist

Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Surabaya segera punya trem! Menyenangkan sekali memang. Makin banyak pilihan alat transportasi. Namun, bagaimana nasib angkutan umum yang sebelumnya juga sudah ‘tersudut’ dengan kehadiran transportasi online? Akankah mereka tetap survive dan bertahan di tengah hadirnya pendatang baru ini.

Wakil Sekretaris Organda Surabaya, Achmad Subhan, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menata ulang angkutan kota (angkot). Pemkot Surabaya diminta memperhatikan dan menjamin kesejahteraan para sopir. “Misalnya di Jakarta, para sopir dapat gaji sesuai UMK setiap bulannya, bahkan berlipat ganda. Saya yakin para sopir akan bekerja komitmen dan tertib,” kata Achmad Subhan, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu.

Selain itu, dia minta pemkot untuk menata sistem transportasi umum. Penataan itu sebenarnya sudah pernah dicanangkan. Namun, hingga tiga tahun terakhir belum juga terealisasi. Belum lagi akibat macetnya proyek trem dan monorail di Surabaya.

“Kalau trem dan monorail sudah ada, kan, enak naruh angkot di titik arterinya Surabaya. Tempat pemberhentian trem dan monorail harusnya tepat berada di pos-pos angkot. Jadi biar masyarakat langsung bisa naik angkot,” kata Subhan.

Menurut dia, penataan angkot juga dilakukan kepada para sopir yang harus diberi pembekalan. Tak hanya armadanya yang baru dan berpenyejuk ruangan. Sopir angkutan umum juga harus berpakaian rapi, berlengan panjang dan memakai dasi agar penumpang merasa nyaman dan aman.

“Kami yakin penumpang bakal aman, nyaman dan senang. Apalagi kalau sopirnya wangi,” katanya. Kalau pemkot mengatur ini, Subhan berkeyakinan para pemilik armada dan sopirnya pasti setuju.

“Daripada punya armada tapi tidak bisa melakukan peremajaan yang akhirnya dibesituakan, mending gandeng pemkot demi kemajuan bersama dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (lely)