(bisnissurabaya.com) – Stunting atau kekerdilan sudah lama menjadi perhatian dunia. Isu ini menyeruak terutama di negara – negara berkembang. Sejak mereka mulai mandiri untuk kemajuan serta kesejahteraan mereka sendiri. Namun, persoalan kesehatan selalu menjadi cikal permasalahan baru yang sering terabaikan.

Seperti diketahui, di beberapa belahan dunia, negara maju telah menerapkan sistem kesehatan mulai dari dasar. Dan ini sangat vital, yaitu akses sanitasi memadai dan modern, berikut penyediaan air bersih, sebagai sumber pendukung utama. Banyak negara berkembang masih minim perhatian terhadap hal tersebut. Sedangkan tanpa disadari, efek buruk jangka panjang lebih mengerikan ketika sanitasi kurang mendapat sorotan.

“Kita harus melakukan segala sesuatu untuk menghentikannya,” terang Musfarayani, Manager Advokasi water.org Indonesia. Berdasarkan data UNICEF, Indonesia termasuk negara dalam tiga besar di antara India dan Pakistan, terkait jumlah orang yang buang air di tempat terbuka.

Water.org Indonesia, sebuah lembaga non profit pengusung misi peduli sanitasi dan krisis air bersih, sebelumnya telah bekerjasama dengan pemerintah India dan Afrika untuk perbaikan sanitasi, membangun ‘toilet bermartabat’ melalui program WaterCredit. “Sehingga tidak perlu lagi menggunakan kamar mandi atau buang hajat di tempat terbuka,”terang Gusril Bahar, Indonesia Country Director dari water.org

Pembangunan toilet lebih banyak, sangat vital bagi perempuan dan anak-anak. Jika perempuan harus berjalan jauh untuk buang air, mereka akan lebih rentan terhadap berbagai serangan. “Efisiensi waktu,  membuat anak-anak tetap bersekolah, dan ibu-ibu bisa menggunakan waktu untuk pekerjaan rumah tangga yang lain,”imbuhnya.

Gusril Bahar menahkodai water.org Indonesia, sebagai kepanjangan tangan dari aktor Matt Damon dan Gary White yang selama ini konsisten memperjuangkan kepedulian sanitasi dan air bersih di Indonesia dan negara berkembang lain. Termasuk menjadi garda terdepan pelopor solusi yang inovatif dan berkelanjutan dalam mengatasi krisis air global selama lebih dari 25 tahun.

“Salah satu inisiasi yang dilakukan water. org yaitu dengan IKEA Foundation. Memang perlu kolaborasi untuk mencapai universal akses,”tambahnya. Memiliki pasar terbesar di India, WaterCredit dari water.org telah menjangkau lebih dari 4 juta orang di dunia, dan telah menyalurkan $156 juta dalam bentuk modal. WaterCredit mewakili penciptaan baru dalam mempertemukan air dan sanitasi dengan keuangan mikro.

Direktur Utama PDAM Kabupaten Jepara, Prabowo, kerjasama ini sangat meringankan ketiga belah pihak. Dalam hal ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Jepara, dengan adanya uang cash di depan sehingga mempercepat pembuatan infrastruktur. Kemudian masyarakat melalui manfaat keringanan kredit, dan mitra (water.org) mengetahui data calon penerima kredit dari pihak pertama.

“Memang sebelum itu kita terganjal kebutuhan dana yang sangat besar. Dengan inisiasi ini menghasilkan manajemen yang kuat, sehingga lebih cepat terealisasi,”urai Prabowo. Sementara itu, berdasarkan dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, terdapat 38 kabupaten dalam peta kemajuan sanitari Jatim yang menjadi perhatian. Namun diakui oleh pihak Dinkes, akan sulit mencapai pemberdayaan sanitari ini jika tidak didukung oleh pimpinan daerah setempat. (lely)