Banyuwangi,(bisnissurabaya.com) – BUAH NAGA merupakan komoditas unggulan Banyuwangi Selatan. Sayangnya, ketika musim panen raya, harga buah naga murah meriah. Hal ini membuat petani buah naga meradang. Berangkat dari alasan itulah, Ali Mustafa melirik usaha olahan buah naga.

Sejak sepuluh bulan lalu, pria asli Pesanggaran ini menekuni usaha pembuatan “Wise Sari Buah Naga”. “Usaha ini untuk menaikkan nilai jual buah naga terutama saat panen raya,” ucapnya kepada Bisnis Banyuwangi.

Modal yang dikeluarkan Ali untuk merintis bisnis inipun tak tanggung-tanggung senilai Rp 700 juta. Pabrik olahan sari buah naga ini di Desa Buluagung, Kecamatan Pesanggaran. Dengan kapasitas produksi 1.300 gelas per hari. Proses produksi dibantu 20 orang. Per hari, Ali perlu pasokan buah naga segar sebanyak 2 kuintal.

Ali mengandalkan pasokan buah naga dari petani lokal. Hal ini karena tekadnya sejak awal membantu petani lokal. Buah naga segar dari petani dibeli paling rendah Rp 4.000 per kilogram. Sementara ini kata Ali, proses produksi hanya saat musim panen raya buah naga.

Saat itu, pasokan buah naga melimpah. Bahkan buah naga dihargai sangat murah. Saat musim buah naga, pabrik pengolahan sari buah naga miliknya tiap hari beroperasi untuk membuat stok produk. Sementara, jika di luar musim buah naga, proses produksi berhenti sementara.

Pemasaran sari buah naga ini kata Ali, masuk di pusat Oleh-oleh Banyuwangi, Jember dan Bali. Dia yakin sari buah naga ini bisa menjadi oleh oleh khas Banyuwangi. Sari buah naga ini kata Ali terbuat dari sari buah asli, dibuat tanpa pengawet. Sehingga disukai.

Rasanya unik, manis-manis asam, khas buah naga. Meski, dibuat tanpa pengawet, sari buah naga ini bisa tahan sampai 8 bulan. Kemasan pun dibuat menarik. Kemasan gelasan dalam wadah dus cantik, sehingga menarik dipakai oleh-oleh. Harganya tak terlalu mahal. Per dus Rp 20.000, isi 32 gelas sari buah naga. Sementara ini, kata Ali, permintaan sari buah naga ini mencapai 3.000 dus per minggu. (tin)