(bisnissurabaya.com) – Kapal Strategic Sealift Vessel (SSV) kebanggaan anak negeri, siap dilepas Menteri Pertahanan Ryamizard Ryaccudu didampingi wakil menteri Pertahanan bidang Kebijakan Pertahanan Filipina Ricardo David Jr, di Dermaga Divisi Kapal Niaga PT PAL INDONESIA (Persero), pekan lalu.

Kapal SSV merupakan pesanan kedua dari Kementerian Pertahanan Filipina, The Department Of National Defense Armed Forces Of Philippines“ BRP DAVAO DEL SUR (LD-602) “. Sejak diluncurkan 29 September 2016, SSV telah melalui serangkaian uji coba maupun pengetesan. Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) sepanjang 123 meter dan lebar 21 meter ini diproduksi atas hasil lelang Internasional yang diadakan Kementerian Pertahanan Filipina pada 2014 silam.

Ekspor Kapal SSV ke-2 diperoleh setelah memenangkan tender Internasional senilai Rp 1 triliun. Direktur Utama PT PAL, Budiman Saleh, memberikan apresiasi kepada karyawan PT PAL atas kerja keras untuk mewujudkan kapabilitas SSV ke-1 dan SSV ke-2 yang merupakan kapal ekspor pertama di Indonesia.

“Tender tersebut dinilai dari desain, kualitas, dan proses waktu pembuatan. SSV ke-2 diserahkan lebih awal dan mutu lebih baik, serta dibangun dengan memenuhi standart mutu internasional,” terang Budiman Saleh.

Kapal SSV pertama dilepas pada 8 mei 2016 lalu, oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla, dan telah digunakan untuk operasi militer dalam penanggulangan gangguan keamanan dan ketentraman di wilayah teritorial Filipina. “Kita tidak sabar lagi menunggu kedatangan SSV ke-2 di Filipina,” ucap Ricardo David Jr.

SSV dapat menampung hingga 621 penumpang mampu bertahan di lautan selama 30 hari dengan bobot maksimal 7.200 Ton. Berkecepatan 16 knots dengan mesin pendorong 2 X 2,920 kW, mampu menampung tank, kendaraan tempur, mobil rumah sakit, hingga kapal patroli dan transporter.

Kapal SSV ini merupakan kapal hasil inovasi dari produksi kapal sebelumnya, Kapal Landing Platform Dock (LPD) alih teknologi dengan Korea. 2 unit kapal LPD ini banyak digunakan pada operasi militer dan kemanusian tingkat internasional dan telah diakui kemampuannya, seperti Penyelamat MV Kudus di Somalia dan Pencarian Korban Air Asia QZ 8501.

Kehandalan dan kapabilitas kapal produksi insan PAL Indonesia melalui hasil inspeksi dan pengecekan kualitas yang ketat dari Tim Kualitas dan Tim Klas Llyod Register serta Tim Representasi Pemilik Kapal.

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryaccudu, mengatakan, Indonesia patut berbangga karena pelepasan SSV ke-2 merupakan momen bersejarah bagi kedua negara. Hubungan antar kedua negara selama ini telah terjalin secara baik berdasarkan rasa saling percaya. Kepercayaan ini diwujudkan Filipina dengan menunjuk PT PAL dalam pembuatan kapal perang. Sekaligus membantu perekonomian negara. “Kerjasama ini akan terus kita tingkatkan demi kemajuan kedua negara. Semoga hubungan bilateral semakin baik di masa mendatang,”pungkas Ryamirzard.(lely)