Bartender

Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Pernahkah melihat atraksi atraktif para bartender? Piawai meracik berbagai minuman diselingi atraksi menarik, tentu butuh keahlian khusus. Dahulu, di Surabaya tak banyak sekolah perhotelan yang fokus pada kelas bartender. Surabaya Hotel School (SHS) merupakan salah satu pelopor akademi perhotelan yang sukses mengangkat potensi dari profesi tersebut.

Sejak akhir 1988, SHS membuka kelas bartender pertama kali, sekaligus langkah awal berdirinya SHS yang digawangi Bagus Supomo. “Meski di Surabaya sendiri waktu itu sudah ada Akademi Pariwisata, tapi khusus bartender belum ada,” kata Bagus, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu.

Peluang tersebut diambil Bagus, untuk menapak SHS. Pada pendaftaran berikutnya, ia dibantu kedua rekannya Lukman Hakim didapuk Vice Director, dan Bambang Hermanto GHB dipasrahi Financial Director.

“Banyak bartender di kafe-kafe dan hotel tak mempunyai pendidikan khusus bartender,” tambah arek Suroboyo jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana ini. Program Khusus Jurusan Food & Beverage Service/Bartending merupakan pendidikan khusus mempelajari dan melatih keterampilan dibidang restoran dan bar.

Diharapkan Bagus, lulusan menguasai kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang bersifat rutin dan mampu memecahkan masalah yang terjadi di lingkungan kerjanya. Secara khusus, Food and Beverage ditempuh selama 12 bulan pendidikan, dimana 6 bulan praktek dan 6 bulan berikutnya On the Job Training. Memiliki kurikulum khusus meliputi restaurant, chinese restaurant, bar, dan barista.

Calon bartender akan mendapatkan ekstra kurikuler khusus berupa juggling atau flair. Latihan juggling ini membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan latihan. Untuk menjadi mahir dalam waktu singkat, siswa SHS dituntut dapat berlatih maksimal tiga jam dalam sehari.

Jika lebih dari tiga jam, ditakutkan para siswa akan lupa dengan trik dan cara melakukan juggling botol yang telah dipelajari. Pada latihan dasar, siswa harus dapat men-juggling atau memainkan satu botol dengan pola putaran yang sesuai.

Latihan juggling juga pernah dialami Ryo Ertalio, lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Satya Widya Surabaya, yang sempat menjelajahi bar – bar kenamaan kota pahlawan ini berbagi pengalaman tentang dunia bartender.

“Memang ada rahasia dalam men-juggling botol, jika botol terisi penuh kita dapat memainkannya dengan sesuka hati. Tapi jika botol terisi setengah atau sedikit maka trik yang dianjurkan adalah hanya sekadar memutar botol tanpa melemparkannya ke udara,” ulas Ryo.

Dalam berlatih juggling botol, ia biasa menggunakan tiruan botol. Ada dua macam tiruan botol yang dipergunakan. Pertama adalah tiruan dari kayu dan yang kedua adalah tiruan botol dari serat fiber.

“Tapi kebanyakan teman-teman menggunakan tiruan dari serat fiber, karena beratnya hampir sama dengan botol asli,” terang pria berdarah Portugis ini. Ada beberapa trik yang digunakan para bartender profesional. Diantaranya trick walking flares, fire dance dan lain sebagainya.

“Kebanyakan para bartender profesional melakukan trik juggling menggunakan lebih dari satu botol,” ungkapnya. Selain mahir memainkan botol, Ryo, juga mengingatkan jika menjadi bartender profesional dibutuhkan pengetahuan tentang meracik menu minuman yang pas.

“Untuk meracik minuman yang pas, butuh ketelitian dalam menakar racikan menu minuman. Jika salah, rasa dari minuman yang dihasilkan akan berbeda dengan resep,” papar mantan Bartender Colors Pub & Resto yang kini membuka cafe sendiri di bilangan Surabaya Barat tersebut.

Meski telah bertitel seorang bartender profesional, latihan intens sangat diperlukan untuk menjaga kelenturan otot-otot tangan.(lely)

BAGIKAN
Berita sebelumyaHalo dunia!
Berita berikutnyaIni Profesi yang Menghibur dan Menjanjikan