(bisnissurabaya.com) – Terobosan baru produsen semen. Setelah mencatat penurunan penjualan pada kuartal pertama tahun ini, Holcim Indonesia justru menghadirkan terobosan menyasar perbaikan jalan dan pedestrian demi memperluas jangkauan pasar untuk segmen infrastruktur di Jawa Timur (Jatim).

Akhir April lalu, Holcim mencatat penurunan penjualan sebanyak  12,1 persen  menjadi  Rp 2,1  triliun dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai Rp 2,4 triliun. Hal tersebut dipicu oleh perlambatan laju pertumbuhan ekonomi dan ketatnya persaingan pasar, sehingga menjadi penyebab utama tertekannya harga jual di pasar.

Sedangkan Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyatakan bahwa penjualan semen nasional mengalami penurunan sebesar 1,1% pada awal tahun 2017 dibandingkan tahun kemarin. Karena penurunan permintaan semen yang dipengaruhi oleh cuaca, serta tertundanya proyek infrastruktur dan perumahan.

Walaupun mengalami penurunan penjualan, Holcim berhasil mencapai penghematan biaya. Khususnya di sisi distribusi sebesar 8,3 persen atau Rp 172 milyar, melalui beberapa inisiatif dalam mengoptimalkan   aset   dan   saluran   distribusi   dengan   tetap   mempertahankan   kualitas pengiriman kepada pelanggan.

Perusahaan publik ini mengambil langkah mengoptimalkan jaringan terintegrasi dan peningkatan rantai pasokan, dengan memperluas jangkauan solusi bernilai tambah ke pasar – pasar potensial. “Kondisi pasar di Indonesia pada kuartal pertama 2017 masih sangat menantang,” ujar CEO  Holcim Indonesia, Gary  Schutz menanggapi hasil  kuartal  pertama tahun  2017.

Untuk mengatasi dampak dari penundaan proyek serta munculnya pemain -pemain baru di industri semen, pihaknya berusaha untuk fokus kepada langkah-langkah efisiensi biaya dan transformasi komersial. Holcim sendiri memiliki keuntungan dengan memiliki jaringan terpadu serta layanan dan rangkaian produk yang beragam.

“Kami sangat siap untuk melayani pasar dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang berbeda-beda, mulai dari pemilik rumah hingga proyek infrastruktur berskala besar dan pembangunan gedung bertingkat,”imbuh Gary.

Gary juga menambahkan bahwa komitmen Holcim adalah untuk menyediakan solusi inovatif dan memberikan nilai tambah bagi para pelanggan. “Itulah yang membedakan kami dengan kompetitor,”ujarnya.

Pemerintah telah mendesak semua pihak terkait yang bertanggung jawab terhadap proyek yang berjalan, untuk memperhatikan setiap kendala yang dapat menyebabkan penundaan dengan mempertimbangkan biaya progresif yang mungkin timbul.

Sementara itu, pertumbuhan kredit perumahan hanya mencapai 8 persen pada kuartal pertama tahun ini, lebih rendah dari prediksi 11 persen  karena daya beli yang rendah, sedangkan pertumbuhan kredit perumahan pada kuartal kedua tahun 2017 diharapkan dapat mencapai 12 persen yang ditargetkan pada segmen menengah.

Sebagai pionir inovasi melalui solusi-solusi yang kini sudah banyak dikenal seperti SpeedCrete™, solusi perbaikan jalan dalam waktu cepat, ThruCrete, solusi beton berpori yang ramah lingkungan, dan ApexCrete, beton khusus untuk pekerjaan konstruksi lantai, Holcim merambah pasar lebih luas seperti ke Jawa Timur untuk memasarkan solusi-solusi bernilai tambah ini.

Hasil dari integrasi perusahaan tahun lalu, perusahaan yang mayoritas sahamnya (80,65 persen) dimiliki dan dikelola oleh LafargeHolcim Group ini, mengoptimalkan gabungan pengetahuan, keterampilan dan jaringannya dengan meluncurkan kembali Solusi RumahKu, sebuah solusi untuk konstruksi rumah dan bangunan yang menyediakan layanan konsultasi rancang bangunan, bahan bangunan berkualitas, serta ahli bangunan bersertifikat dan pembiayaan bank di bawah satu atap.

Jatim sendiri merupakan provinsi dengan perkembangan dan pembangunan yang pesat, sebagai tantangan terhadap kebutuhan dari dampak urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya ketersediaan yang memadai bagi masyarakat.

Akan tetapi, banyaknya tantangan tidak sejalan dengan pertumbuhan sarana infrastruktur dapat mengakibatkan kerugian ekonomis yang cukup besar. Seperti kemacetan lalu lintas, hilangnya waktu, pemborosan bahan bakar serta kondisi infrastruktur yang tidak sesuai kebutuhan. Menjawab tantangan tersebut, Holcim Indonesia memperkenalkan produk-produk inovatif. Setelah sebelumnya digunakan di wilayah Jabodetabek, kini Holcim menyasar Jatim.

Solusi inovatif tersebut meliputi SpeedCrete, perbaikan jalan kurang dari tujuh jam (fast track),  ThruCrete atau beton berpori yang mampu menghindari banjir atau genangan air, serta ApexCrete, inovasi terbaru Holcim sebagai solusi yang mengintegrasikan beton performa tinggi dengan peralatan teknologi terkini.

“Semua solusi tersebut mulai hadir dan digunakan di beberapa kota di Jawa Timur,”terang Rudi Hardiyanto, Apexcrete Business Unit Head Holcim Indonesia, dalam acara Media Gathering Holcim’s Construction and Pavement Solution & Innovation with East Java Media di The Biliton Lounge Surabaya, Kamis (4/5).

Di Jatim, SpeedCrete sudah digunakan di Terminal Peti Kemas Surabaya,  Gudang Garam dan Coca Cola, Pandaan. Sedangkan di Jakarta telah memanfaatkan SpeedCrete pada perbaikan jalur Trans Jakarta dan beberapa jalan protokol.

“Di negara berkembang pesat seperti Indonesia, beton SpeedCrete sangat cocok diterapkan terutama kota-kota besar,”imbuh Rudi. ThruCrete atau beton berpori pada pedestrian telah diaplikasikan di landasan pacu Bandara Juanda Surabaya, pada bahu area taxi way seluas 3500 m2.

“Dengan solusi dan inovasi seperti ThruCrete, dapat lebih meningkatkan keselamatan penerbangan. Selain itu, ThruCrete menjawab tantangan di musim penghujan,”papar Prabanto, Head Unit Business Holcim Indonesia.

Solusi lain adalah ApexCrete, inovasi terbaru produk beton yang diproduksi secara komputerisasi. Dengan keunggulan akurasi tinggi, serta diaplikasikan menggunakan peralatan canggih seperti laser screed dan 3D profiller. ApexCrete menghasilkan lantai presisi meratakan permukaan lantai. Selain bisa dikerjakan pada bidang seluas 30m x 30m secara langsung tanpa menggunakan sambungan apapun. Inovasi tersebut telah digunakan di salah satu proyek di Pasuruan, Jatim dengan luas 1300 m2 dalam waktu 4 hari.

“Kami berharap inovasi – inovasi Holcim ini dapat memberikan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat serta pemerintah, khususnya Dinas Bina Marga sehingga dapat meminimalisir kerugian yang melumpuhkan aktivitas ekonomi kota ke depannya,”ungkap Widodo Ariawan, Construction & Pavement Business unit Manager Holcim Indonesia.

Widodo Ariawan juga menambahkan bahwa visi Holcim menjadi perusahaan terdepan dengan kinerja terbaik dalam industri bahan bangunan di Indonesia.(lely)

BAGIKAN
Berita sebelumyaEkspor Sawit
Berita berikutnyaSulap Lilin jadi Makanan