(bisnissurabaya.com) – Mencengangkan. Di tengah kegaduhan politik dan isu yang mencuat, sosok partai baru yang tidak disangka muncul ke permukaan. Partai Berkarya, demikian nama yang disematkan oleh Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto kepada Partai Politik (Parpol) berlogo pohon beringin tersebut.

Sebagai empunya partai, Tommy mengatakan bahwa lahirnya Partai Berkarya adalah upaya untuk memperbaiki pemahaman ideologi dan birokrasi. Salah satu program unggulan yaitu menghidupkan koperasi guna meningkatkan ekonomi kerakyatan dari waktu ke waktu. Karena menurutnya saat ini ekonomi nasional tidak terjadi pemerataan, dan di kuasai oleh kaum minoritas. Dimana kaum mayoritas hanya memiliki bagian 20 persen saja.

“Kita juga mulai galakkan koperasi hingga bisa mandiri dan mendapat kesejahteraan lebih baik sesuai di tempat atau bidangnya masing-masing,”jelas Tommy, selaku Ketua Dewan Pembina di antara ratusan kader Partai Berkarya dan 80 Alim Ulama se-Jawa Timur saat mengunjungi Rapat Pimpinan Wilayah di Hotel Singgasana Surabaya pekan lalu.

Mengenai warna seragam dan logo mirip Partai Golongan Karya (Golkar), Tommy menyatakan bahwa kader Partai Berkarya harus fokus pada berkarya dengan meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Itulah yg tentunya akan berbeda, logo dan baju tidak jadi masalah. Yang penting jiwa pada kader Partai Berkarya. Apa artinya kita membuat partai baru jika sama dengan partai yang sudah ada,”jawabnya diplomatis. Ia berharap pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Jawa Timur (Jatim)  bisa mewarnai eksistensi Partai Berkarya. Khususnya mengembangkan UMKM.

Dalam hal ini, ia menjelaskan berkarya mencari solusi meningkatkan kesejahteraan masing-masing bagi umat mayoritas pada umumnya. Tokoh religius maupun nasional bisa bergabung menjadikan Indonesia lebih sejahtera. “Oleh karena itu nantinya Partai Berkarya tidak pernah memberikan ikan tapi Partai Berkarya akan memberikan kail,”terang Pangeran Cendana tersebut mengibaratkan. (lely)